Cerita Anak bulan Juli 2011

Anak adalah berkat,karena kami memiliki banyak anak maka menjadi sebuah cerita menarik tentang anak-anak Boncel. Misalkan saja di unit 3 / unit Ceria ada anak yang bernama Anisa,dia adalah anak yang paling kecil dan di kelompok bermain dan dengan ukuran seragam yang disediakan oleh TK  Boncel,ukuran S pun tak cukup baginya yakni semua kebesaran,ketika bersekolah dipakaikan pakaian yang bukan seragam malahan Anisa menangis akhirnya dengan terpaksa Ibu Pengasuh pun memberikan pakaian seragam kepadanya dan seragamnya kebesaran,tapi Anisa cuek saja dan tetap bersemangat dan sangat senang ke sekolah, dari ganti baju,siap-siap ke sekolah sampai berbaris menuju ke sekolah,Anisa selalu bersemangat.

Anak yang lain bernama Jose,tahun ini Jose sudah mulai bersekolah di kelompok bermain, Jose yang dulu dikenal suka cenggeng,mengganggu temannya,egois ternyata setelah bersekolah,Jose mengalami perubahan yang cukup pesat. Jose menjadi anak yang pintar,mau mendengarkan nasihat ibu pengasuh,mau berbagi cerita ketika Jose pulang dari sekolah,menirukan apa yang diajarkan bu guru di sekolah dan Jose pun merupakan ibu karena kata Jose,ia ingin menjadi anak yang pintar.

Lain lagi dengan Jeann Wiryawan mulai masuk KBT dia terlihat sangat gembira, karena Jean adalah anak baru maka dia juga memakai seragam yang baru, meskipun  seragam yang dipakainya terlihat sangat lucu  karena kebesaran namun dia terlihat sangat bangga.

Awal pertama masuk kelas anak-anak sudah harus ditinggal sendiri orang tua/ pendamping hanya boleh menunggu di ruang tunggu yang telah disediakan, Jean menangis tidak mau di tinggal mungkin karena masih merasa asing dengan lingkungan dan suasana yang baru. Namun hari ke 2 dan seterusnya dia terlihat lebih senang pergi sekolah bila dibandingkan harus tinggal di rumah/unit. Perubahan yang sangat terlihat dari Jean adalah dia yang sebelumnya suka ngambek dan semaunya sendiri, sejak mulai masuk sekolah  ± 1 bulan sudah jarang ngambek bahkan menjadi mudah diatur, dan perubahan-perubahan positif juga terjadi pada Hamid, Arfin, Anthoni.

Yang paling disukai oleh anak-anak adalah, ketika mereka bermain bersama-sama dengan mainan kesukaan mereka, meskipun nantinya mereka akan berebut mainan. Sambil bermain anak-anak perempuan dipanggil oleh ibu pengasuh untuk dirapihkan rambutnya dengan dikuncir. Ketika sedang asyik bermain tiba-tiba seorang anak bernama Gebby menarik kunciran anak Audry dan menangislah Audry,tetapi Gabby malahan meledek Audry sambil mengatakan ah... engeng (maksudnya Cengeng), dengan meletakkan jarinya di mata Audry maka semakin keraslah Audry menangis. Ibu pengasuh nya bisa tersenyum melihat tingkah Gabby,padahal Gabby sering pura-pura menangis bila meminta sesuatu dan tidak mendapatkannya. Dan sebagai ibu akhirnya meminta Gabby untuk minta maaf kepada Audry.

Di unit bayi,ada anak yang bernama Latisya,ia anak yang takut pada orang lain yang bukan ibu pengasuhnya. Ketika Latisya sedang bermain maupun ketika ada di tempat tidurnya,Latisya akan menangis apabila ada orang baru yang tidak dikenalnya mendekat dan ingin menggendongnya. Latisya akan menangis berteriak sambil melihat ibu pengasuhnya seperti ingin meminta pertolongan. Tetapi ketika orang yang tidak dikenalnya itu pergi,Latisya akan terdiam dari menangisnya. Namun Latisya akan tertawa senang ketika melihat tamu yang datang berada di balik jendela unit bayi sambil menjenguk anak-anak.

Anak di unit bayi lainnya yakni Tresa,Tresa paling susah dan paling lama kalau makan, maka para ibu pengasuh harus memiliki kesabaran dan kasih yang lebih ketika menyuapi Tresa makan, tapi bersyukur bahwa Tresa paling suka makan buah diantaranya pisang,jus apel,pepaya dan jeruk.

Anak yang paling disenangi oleh siapapun baik itu para ibu,suster dan para tamu yakni Nando,anaknya cakep,matanya besar bulat,badannya gemuk,kulitnya putih dan bentuk kepalanya bagus sehingga menggemaskan bagi yang melihatnya dan Nando pun ramah kepada siapapun,dia tidak takut di gendong. Dan setiap pagi,Nando paling senang kalau diajak keluar dari unitnya dan berjalan-jalan di koridor Boncel, ternyata Nando pun sangat disenangi oleh kakak-kakak dari unit besar.

Fasia adalah seorang anak yang suka sekali mengenyot jempolnya. Dia tahu ketika sedang bermain sambil mengenyot jempolnya,para ibu pengasuh menegur Fasia dengan menunjukkan jempolnya sambil berkata; “Fasia.....,Hiii.....No......” Fasia pun menirukan cara ibu pengasuh melarangnya sambil melepaskan jempolnya.

Chelsea adalah anak yang tidak tahan kalau lama bermainnya dan ternyata takut juga dengan orang yang belum dikenalnya. Chelsea hanya ingin digendong/dipangku. Saat ini Chelsea lebih belajar ongkok-ongkok dan kalau Chelsea sudah menangis,bisa bertahan cukup lama dan akan rewel terus selama sehari itu. Chelsea rindu kepada ibu dan bapaknya tetapi saat ini keadaanlah yang membuat mereka belum siap untuk merawatnya. Namun kami tetap percaya Tuhan selalu mengirimkan tangan-tangan Kasih untuk menolong dan memberikan kasih kepada anak-anak Boncel.