Valentine With My Angel’s

Bulan Februari kata orang adalah bulan penuh kasih ! Bulan yang penuh Cinta.   “ Be My Valentine............”. ungkapan sang kekasih kepada pujaan hatinya, sungguh Indah. Indahnya Valentine juga terasa dalam lingkup kecil kami Unit IV. Meski terasa sulit menjabarkan kasih sayang itu, bulan ini ada yang berbeda, ada beberapa kegiatan yang kami  lalui bersama. Kebersamaan itu sendiri merupakan perwujudan kasih.

Dibulan kasih sayang ini, kami melakukan beberapa aktivitas yang sekiranya dapat membawa makna kasih sayang kepada anak – anak kami. Kegiatan tersebut anatara lain: Naik kereta Mini, mengitari daerah sekitar Boncel. Anak-anak amat senang, saking senangnya ada anak  yang tidak mau duduk, inginnya berdiri sambil melihat-lihat pemandangan. Kegiatan ini rupanya amat membekas di benak anak-anak terbukti ketika di ajak jalan-jalan lagi Spontan mereka bertanya, “ Bu, naik kereta lagi yach?” Hem...... sungguh menyenangkan bukan!

Kegiatan lainnya yang tak kalah serunya adalah jalan-jalan keliling daerah Jagakarsa dengan mobil panti. Kegiatan ini dimaksudkan agar anak – anak mengenal Dunia luar panti. Sepanjang perjalanan mereka asyik  berceloteh, “ Ada Mobil......!”, “ Ada sepeda....”, atau “ ada kereta... ada kereta...” Ketika melihat kereta api lewat. Ada juga yang sambil bernyanyi semua lagu dinyanyikan, ada pula yang sibuk bertanya, “ Itu Apa Bu? Ini Apa Bu?” sungguh mengasyikkan. Mereka juga mengenal nama para supir panti, jika bertemu disapa dan ada yang bertanya, “ Pak Agus naik mobil .... atau Pak Edo mana Mobilnya?” maksud pertanyaannya adalah ingin jalan-jalan naik mobil. Wah...... sudah seperti orang dewasa ia, mengutarakan keinginan lewat makna kiasan...... “ It’s Smart Child

Anak – anak juga dikenalkan pada bentuk keluarga, sosok Ayah, Ibu, Adik, Om Tante, Oma Opa. Mereka diajak mengenal sosok- sosok tersbut lewat wayang orang-orangan. Wayang di ambil dari majalah-majalah bekas berupa gambar-gambar keluarga atau sosok-sosok tersebut di atas, kemudian dibawakan kepada mereka dalam bentuk ceritra. Mereka sangat antusias, malah ada yang mencoba memainkannya lucu sekali ...... Selain dalam bentuk wayang tersebut juga menghadirkan sosok Ayang di tengah-tengah mereka. Bapak-bapak ( karyawan ) diajak masuk ke unit untuk bermain bersama mereka. Anak-anak pun senang , ada yang minta digendong, minta dipangku, minta disuap (saat makan,  meski sebenarnya ia sudah dapat makan sendiri) ada juga yang tak ingin temannya bermain bersama “ sang Ayah” Ia hanya mau “ Sang Ayah “ bermain dengan dirinya sendiri. Kasihan..... terlihat sungguh mereka  merindukan sosok Orang Tua.

Hal ini yang mendorong kami ( para pengasuh). Pada tanggal 14 Februari memberikan kejutan Cinta yang kecil dan sederhana untuk mereka. Dihari kasih sayang itu mereka mendapat bingkisan mainan dari “ Sang Ayah”. Anak-anak  sungguh senang. Binar-binar bahagia ceria terlihat jelas  di wajah-wajah tanpa dosa itu. Siang harinya di hari yang sama anak-anak juga mendapat kado kasih sayang dari yang mengadakan pengobatan gratis bagi mereka. Puji Tuhan… Syukur terimakasih Bagi Mu.

Berkunjung kerumah salah satu pengasuh unit adalah kegiatan lainnya. Kegiatan ini bermaksud memberikan gambaran kepada anak  bahwa keluarga pasti tinggal disebuah rumah,dimana ada Ayah,Ibu,Adik,kakak akan tinggal dalam satu rumah maka dikenalkanlah rumah itu seperti apa.

Anak – anak  juga diajak untuk selalu mendoakan keluarganya. Kebiasaan baik ini ditanamkan agar meskipun secara lahiriah mereka jauh dari orang tua/ keluarga ataupun tidak mengenal siapa orang tuanya sama sekali, namun secara batin mereka merasa dekat dengan keluarganya. Untuk sekedar diketahui kebiasaan ini bukan hanya pada bulan kasih sayang ini namun sejak dahulu sudah dilakukan.

Ceritra yang menarik juga datang dari unit III (Unit Ceria) Kasih sayang yang tulus terlihat di hari valentine ini, Februari yang indah untuk anak- anak kami. Dipagi yang cerah itu semua anak unit III duduk rapi, suasana manis terlihat di saat mereka menunggu ibu pengasuh membagikan bunga hati dan kartu ucapan Valentine. Dengan wajah berseri- seri mereka keluar dan memberikan bunga hatinya beserta kartu ucapan untuk orang yang mereka sayangi. Ada anak yang memberikan kepada Suster,Ibu-ibu dapur, Bapak-bapak di tempat cuci pakaian, Bapak Supir, selain itu ada juga yang memberikan kepada Dokter saat diperiksa, karena pada saat itu ada pengobatan untuk anak-anak. Sungguh indah dan menggembirakan bunga hati dan kartu ucapannya. Seorang anak yang bernama Ivander hanya duduk dan memegangnya tanpa berkata – kata sedikitpun. Saat di tanya mengapa tidak diberikan ? Ivander hanya menatap dan diam tanpa kata. Ketika ditanya lagi dengan nada lebih keras, dia hanya menatap sambil menangis dan berkata “ Ini buat Ibuku kalau datang ke boncel”Sungguh indah kata – kata yang terucap dari bibir kecilnya,ia sungguh merindukan kasih seorang ibu.

Tak ketinggalan pula, kami ( unit 2 ) dengan sebuah kertas berbentuk hati berisikan sebuah kalimat   “ HAPPY VALENTINE DAY 2012 “. Melalui anak – anak kami bagikan hati itu kepada, para suster, Guru, Dokter, serta beberapa Karyawan, juga setiap unitpun mendapatkannya.

Kami yang tinggal di Boncel menerapkan atau memberikan kasih sayang kepada anak – anak tidak hanya saat bulan Februari atau yang orang sering kali menyebutnya dengan “ Happy Valentine Day “ tersebut.

Namun kami memberikan kasih sayang itu kepada anak – anak dengan cara menjadi ibu yang seutuhnya bagi mereka, misalnya menemani tidur, mandi, makan, belajar, bermain dan bahkan saat mereka sakitpun kami selalu ada untuk mereka.

Saat Valentine pun kami memberikan hadiah kepada anak – anak berupa mainan ( 1 anak mendapatkan 1 mainan ) anak – anak pun terlihat sangat senang dan merekapun sesekali bertukar mainan dengan temannya.

Acara Valentine di unit V (Unit Elok) untuk anak usia 0 – 1,5 th kami para pengasuh Unit 5 mengenalkan kepada anak – anak tentang sosok seorang Bapak kepada mereka, karena selama ini mereka hanya mengenal bapak di luar ruangan ini.

Ketika Pak Tono masuk ruangan, berbagai ekspresi, respon dan reaksi muncul dari anak – anak, ada yang menangis, ada yang bisa memanggil bapak, ada yang diam saja, ada yang bengong, dan sebagainya.

Pak Tono menyapa dan bermain – main dengan mereka. Tak lama kemudian Pak Tono membagi bingkisan kepada mereka. Ketika Pak Tono membagi Bingkisan, Yoakim menangis ketakutan melihat Pak Tono, Pak Tono kemudian mendekatinya dengan membawa bingkisan serta menggendongnya tetapi Dia tetap saja masih menangis.

Anak – anak yang lain sibuk dengan bingkisannya masing – masing. Pak Tono mendekati Fatahul dan memberinya bingkisan tetapi Fatahul malah membuang muka saat mendengar Pak Tono menyapanya.

Kemudian Pak Tono mencoba menyuapin snack kepada salah satu anak unit 5 yaitu Suci. Pak Tono memerlukan kesabaran Ekstra untuk menyuapinya sampai habis.

Adi Darmawan anak berusia 5 tahunpun membagikan bunga ke Ibu unit 4 dan unit 5. Ketika membagikan bunga ke unit 5, Adi merasa senang karena Adi memberikan bunga langsung ke adik unit 5 ( Yoakim) dan menyempatkan diri untuk berfoto.

Semoga Kami selalu dapat merayakan hari Valentine itu setiap hari bersama dengan anak – anak. Betapa bahagia dan berartinya hari Valentine ini. Semoga banyak hati-hati kecil yang bisa mengingatkan kasih sayang yang sudah di berikan oleh Suster, ibu dan bapak dan juga  Para Donatur.

Itulah sekelumit perjalanan kami bersama anak Boncel di bulan kasih sayang ini, semoga kasih itu benar-benar membekas dalam hati mereka dan menjadikan Valentine-valentine berikutnya penuh makna.