Hadiah yang Indah di Kelasku

Rudy adalah anak didikku. Pertama masuk di kelasku, kulihat dia lain dari pada yang lain. Dari segi prilaku, dia sangat impulsif  dimana Rudy selalu menyela di setiap pembicaraan/pembelajaran/bermain, menjawab tanpa bisa menunggu pertanyaan selesai diberikan, sulit untuk menunggu giliran, tidak bisa mengontrol diri, tidak dapat mempertahankan keadaan emosinya; ecolalia / membeo, tidak dapat konsentrasi sehingga mempengaruhi dalam bidang pembelajaran, dalam benak Rudy selalu ingin bermain.

Kasus-kasus yang terjadi selama Rudy belajar di Kelas:

1. Dalam pembelajaran :

  • Guru menerangkan, Rudy langsung menyela tanpa ada hubungan dalam pembelajaran.
  • Mengerjakan tugas tidak sesuai perintah ( maunya sendiri )
  • Selalu jalan-jalan di kelas, mencari alasan supaya bisa main/keluar kelas, diam-diam “menghilang” dari kelas, tidak bisa duduk diam.

2. Dalam hal bermain/bersosialisasi :

  • Selalu merebut mainan dari temannya.
  • Menyakiti temannya ( menindih, menginjak, mendorong ) tanpa alasan dan Rudy tidak menyadari kesalahannya, atau tidak tahu bahwa itu menyakiti temannya.
  • Selalu berteriak-teriak jika menginginkan sesuatu dengan intonasi tidak jelas (latah, cedal )

Problem Solving :

  • Memberikan pengertian kepada teman-teman sekelas Rudy, kalau Rudy belum pintar, sehingga teman-teman Rudy bisa menerima Rudy dan membantu Rudy dalam belajar dan bermain. Dan hasilnya : teman-teman Rudy jadi lebih sayang dan berempati.
  • Dengan bimbingan dan pendampingan secara khusus selama pembelajaran, Rudy bisa duduk + 5 menit ( >5 menit, Rudy mulai tidak tenang ), sudah bisa mengerjakan walau tidak sampai selesai. Rudy cukup menonjol dalam hal angka dan lambang.
  • Guru menggunakan “eye contact” jika berbicara dengan Rudy , atau dengan kacamata kuda.
  • Memberikan reward jika  Rudy melakukan pekerjaan / hal yang baik.
  • Langsung memberikan punishment jika Rudy melakukan kesalahan, misalnya : Rudy dorong teman/memukul teman, maka Rudy langsung dipukul telapak tangannya ( sesuai anggota tubuh apa yang digunakan dalam malakukan hal yang tidak baik) dan dinasihati. Rudy pun menyadari dan mengnangis (selama ini Rudy kurang mengekspresikan emosinya )dan sejak itu intensitas Rudy dalam memukul/mendorong temannya berkurang. dengan demikian, penanganan terhadap Rudy, guru memakai pembelajaran/pendampingan secara lembut dan tegas ( keseimbangan : punishment vs reward).
  • Kerjasama dengan orang tua Rudy sehingga didikan sekolah juga diterapkan dalam rumah biar sama dan seimbang, dan tentu saja dengan kasih sayang ; juga pola makan yang bergizi karena selama ini Rudy selalu makan mie instant jika bawa bekal dari rumah ( sekarang Rudy sudah makan makanan yang bergizi)
  • Kerjasama dengan guru dan karyawan supaya dapat membantu mengawasi Rudy jika bersosialisasi dengan teman-temannya yang lain (luar teman sekelas)