gototopgototop
Jalan Kramat Raya No. 134
Jakarta Pusat 10430
Tlp
Fax
Email
: +62 21 3141055
: +62 21 3141055
: info@vincentius.or.id

ANAK, PERMASALAHAN DAN PENANGANANNYA

Ada pepatah kuno yang mengatakan banyak anak banyak rezeki tetapi untuk zaman sekarang lebih baik cukup dengan dua anak. Menampung dan mendidik anak dalam sebuah karya sosial adalah butuh penanganan dan pendampingan yang khusus dan kena sasaran karena setiap anak yang hadir di  PA. Boncel memiliki keunikan, latar belakang, permasalahan dan penanganan yang berbeda-beda dan ini membutuhkan keseriusan dalam pendampingan.

Untuk dua tahun terakhir ini Perhimpunan Vincentius Jakarta yang mengayomi keempat Panti Asuhan mencoba memberi perhatian khusus bagi anak dan para pengasuh/pendamping. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan dalam pendampingan anak maka kami mencoba merujuknya ke psikolog, dan dari hasil konsultasi tersebut ditemukan beberapa langkah yang tepat dalam mendampingi anak sesuai dengan permasalahan yang dialami anak. Dan memang langkah-langkah yang di berikan itu butuh dipraktekkan,butuh diterapkan dan di berikan kepada anak secara pribadi maupun dalam kebersamaan.

Untuk mendampingi anak secara pribadi maka secara khusus seorang ibu pengasuh memberikan pendampingan. Memang berat tetapi ketika anak mengalami perkembangan kami merasa betapa besar manfaatnya dan bersyukur bahwa di usia dini anak lebih mudah di perhatikan, didampingi dan diperbaiki untuk menjadi anak yang sehat jasmani dan rohani.  Kami ingin berbagi ceritera tentang anak yang kami asuh dengan permasalahan dan pendampingannya.

Anak kami, namanya Angga, ia adalah anak yang cukup aktif, suka usil, cerewet dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi, dan sering membuat temannya menangis. Sebagai ibu yang menangani banyak anak kadang merasa kewalahan dalam mengatasi dan menghadapi tingkah Angga sehingga membuat kami akhirnya berkonsultasi dengan psikolog panti. Namun sebagai anak yang sedang bertumbuh Angga sebenarnya adalah anak yang rajin, kepekaan ingin menolong tinggi, dan memiliki rasa peduli dengan teman-teman yang cukup baik. Namun ketika ibu pengasuh tidak meminta tolong ke Angga untuk membantunya maka ia akan secara diam-diam membuat teman yang lebih kecil darinya menangis, membuat ulah sehingga ibu pengasuh menjadi marah. Bila Angga ditegur, ia tidak mengindahkan bahkan cuek seolah-olah ibu dianggap tidak ada, namun jika temannya membalas atau dilawan oleh temannya, Angga mudah sekali menjadi cengeng dan menangis tetapi tidak merasa jera dengan tindakannya. Sewaktu Angga melakukan kesalahan seperti “berebut mainan” Angga merasa kalah dengan itu dan tiba-tiba Angga memukul temannya hingga menangis. Angga diberi sangsi untuk tidak boleh bermain, karena sangsi tersebut Angga menjadi menangis dan berusaha untuk baik sehingga sangsi buat Angga cepat ditarik kembali. Angga dan juga anak yang lain ketika mereka berhasil melakukan sesuatu dengan baik maka akan diberi pujian. Angga bukanlah tipe anak yang suka duduk diam sehingga dia diberi kebebasan untuk dapat bermain dengan syarat “tidak boleh mengganggu teman-temannya” karena dia lebih sering memaksakan kehendaknya kepada teman-teman yang lebih kecil darinya. Kadang Angga menunjukkan sikap sayang yang berlebihan kepada adik yang lebih kecil dengan memaksa menggendongnya dan memeluk, akan tetapi adik yang lebih kecil darinya tidak mau tetapi Angga tetap memaksa dan akhirnya membuat mereka menangis.

Dalam pendampingan terhadap Angga terlihat bahwa saat ini anak tersebut cukup banyak mengalami perubahan, misalnya rajin menolong ibu pengasuh tanpa diminta, mengingatkan kebiasaan/pekerjaan ibu pengasuh yang belum sempat dilakukan dan diselesaikan, begitu juga terhadap anak-anaknya. Angga mau mendengarkan nasihat ibu pengasuh.

Nanda adalah seorang anak perempuan yang manis, dengan suatu kebiasaan bahwa suka sekali berjalan jingkrat/jinjit, suka senyum sendiri dan konsentrasi sering terganggu/tidak fokus, suka mengemut jari, banyak bicara dan kemampuan belajar yang tertinggal dibandingkan dengan teman-temannya. Kadang kala bila diberitahu oleh ibu pengasuh, tidak mendengarkan malahan tersenyum sendiri dan Nanda paling senang bermain dengan teman yang usianya jauh dibawa dia/teman-teman kecil dan untuk Nanda ternyata ibu pengasuh menyadari bahwa Nanda harus ekstra di dampingi.

Setelah dikonsultasi ke psikolog dan dari hasil pemeriksaan beberapa saran yang dianjurkan untuk pendampingan Nanda di PA. Boncel dan memperoleh kemajuan yakni

  1. Dalam hal konsentrasi, Nanda sedikit mengalami kemajuan meskipun belum sempurna.
  2. Dalam hal mengemut jari, masih sering dilakukan terlebih saat tidur.
  3. Dalam hal berjalan jinjit, mengalami kemajuan karena tidak sering dilakukan.

Namun dalam hal kemampuan yang tertinggal belum menunjukkan kemajuan dibandingkan dengan teman-teman.

Kendala yang dialami pengasuh ketika mendampingi Nanda adalah Nanda sulit untuk memahami instruksi sehingga sulit untuk menerimanya, terkadang cuek.

Anak yang lainnya adalah Siska, dia adalah anak yang cukup besar dilihat dari postur tubuhnya, masalah yang sering dialami pengasuh dalam mendampingi Siska adalah mudah sekali untuk bosan belajar karena ingin segera bermain, cenderung kasar dalam bersosialisasi dengan teman-teman yang postur tubuhnya lebih kecil. Dari pendampingan psikolog dan saran yang diberikan oleh psikolog untuk dilakukan oleh ibu dalam mendampingi Siska adalah bahwa :

  1. Mengalami sedikit perubahan tentang perilaku yang menganggu temannya, contoh  saat ini Siska lebih suka bermain peran seperti menjadi guru atau bahkan menjadi seorang ibu pengasuh
  2. Mau mengikuti aturan yang diterapkan dengan konsekuensinya contoh jika Siska melakukan kesalahan yang menyangkut kekerasan maka Siska disuruh duduk di pojok ruangan selama 6 menit sesuai dengan usianya.

Adapun kendala yang dialami selama pendampingan bahwa :

Siska masih susah berkonsentrasi misalkan saja ketika belajar dan diajak bicara juga tidak memperhatikan malahan memperhatikan hal-hal lain.

Yang lebih berat bagi kami adalah Manda, Manda adalah seorang anak dengan latar belakang yang cukup menyedihkan. Dalam mendampinginya ternyata Manda belum memahami instruksi, suka bermain dengan air, suka nakal dengan teman. Untuk itu beberapa saran yang diberi oleh psikolog yang coba diberikan kepada manda ketika mendampinginya yakni :

  1. Ada sedikit perubahan walaupun belum begitu kelihatan yakni rangsangan belajar secara berkelanjutan agar kemampuannya lebih baik
  2. Manda sudah mengenal bentuk benda dan bisa memberi tahu ibunya jika diganggu teman
  3. Manda sudah mampu membantu ibu pengasuh misalnya membersihkan halaman
  4. Mau mendengarkan cerita teman meskipun hanya sebentar
  5. Jika Manda menyendiri, dia mencoba mengulangi yang dilihatnya tadi misalnya menari.
Adapun kendala yang dialami selama pendampingan yakni Manda cepat berubah mood. Misalnya ketika sedang mendampingi Manda secara tersendiri, awalnya semangat tetapi setelah beberapa menit menjadi bosan dan cenderung asal-asalan dalam mengerjakan tugas.