Sejarah - SMP Sint Joseph

Sebelum tahun ajaran 1972 PVJ belum mempunyai lembaga pendidikan setingkat dengan sekolah
lanjutan pertama. Akibatnya anak-anak panti asuhan yang lulus Sekolah Dasar (SD) harus
melanjutkan sekolah di luar panti. Tetapi jumlah anak Panti yang sudah lulus SD dan akan
bersekolah di luar Panti semakin banyak maka, Bruder Winand Divendal OFM menggagas untuk
mendirikan Sekolah Menengah Pertama bersama Bapak Leo Sutadi dan Bapak Sumartono (Alm) .

Tanggal 27 Oktober 1971 Bruder Winand Divendal OFM atas nama Badan Pengurus Perhimpunan
Vincentius Jakarta mendirikan SLTP Sint Joseph dengan Kepala Sekolah Bapak Stefanus Sumartono.

Awalnya SLTP Sint Joseph hanya menggunakan 2 (dua) ruang kelas, itupun harus meminjam ruang kelas
SD Sint Joseph dengan waktu belajar siang yaitu mulai Pk.13.30 WIB hingga Pk.18.00 WIB. Kini SMP
Sint Joseph mempunyai gedung sendiri dengan 6 (enam) ruang kelas di Jl. Kramat Raya 134.

Sejak tahun 1997 SMP Sint Joseph resmi menerima Anak Berkebutuhan Khusus karena banyak orangtua
yang merasa kesulitan untuk mencari sekolah bagi anak yang mempunyai kekurangan tertentu. Dalam
pengajaran, murid ABK kadang mendapat jam ekstra yaitu setelah jam sekolah, di luar kelas mereka
diperlakukan sama dengan murid reguler lainnya. Kini terdapat 18 karyawan di SMP Sint Joseph
termasuk para guru.

1 Tahun 1972 – 1995 : Bp. Sumartono
2 Tahun 1995 – 2000 : Bp. Lakirdi
3 Tahun 2000 – 2013 : Ibu Maria Fatima Kleden
4 Tahun 2013 – 2015 : Bp. Andreas Haryanto
5 Tahun 2015 – 2016 : Bp. Tuhombowo Wau
6 Tahun 2016 – Sekarang : Bpk. Wahyu Nugroho