Pada awalnya anak-anak panti yang telah lulus SMP Sint Joseph melanjutkan ke STM St. Fransiskus yang berlokasi di Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat. Kemudian tahun 1975 STM Fransiskus pindah ke Jl. Bangunan Barat Kp. Ambon Jakarta Timur. Untuk mengirim siswa dari panti ke Kp. Ambon dirasa terlalu riskan bagi anak-anak selain memiliki kendala angkutan atau transportasi.

Bruder Winand Divendal OFM selaku pimpinan Panti Asuhan Vincentius Putera pada waktu itu mengambil keputusan untuk melaksanakan Pendidikan Kejuruan Teknik di lingkungan Panti.
Untuk itu beliau membentuk panitia pendiri yang terdiri dari 4 orang yaitu :

F.X. Hardjo
Drs. Van Huiisen
Pontah Hutasoit BE
J. Sianturi 

Oleh panitia 4 (empat) tercapai kesepakatan untuk mendirikan Sekolah Pendidikan Kejuruan Teknik (SPKT) Sint Joseph

SPKT Sint Joseph didirikan pada bulan Januari 1976 dengan lama pendidikan 2 tahun yang bertujuan memberi keterampilan kerja di bengkel produksi, saat itu masih menggunakan gedung SMP Sint Joseph untuk belajar teori pada siang hari (Pk.13.00 WIB s/d Pk.17.50 WIB) dengan Bapak Hardjo sebagai Kepala Sekolah.

Sekolah tersebut didaftarkan ke KANWIL DEPDIKBUD pada tahun 1977. Pada waktu itu Bapak Kepala DIKMENJUR memberi saran agar sekolah dirubah menjadi SMK (lama pendidikan 3 tahun) dengan tujuan alumni diberi STTB agar selain bekerja dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi pegawai negeri. Menimbang bahwa saran tersebut baik maka diputuskan SPKT Sint Joseph dirubah menjadi SMK Sint Joseph. Pada tahun 1978 SPKT Sint Joseph dirubah menjadi SMK Sint Joseph dengan jurusan Mesin Produksi dan lama pendidikan 3 tahun dengan status disamakan.

Tahun 1989 SMK Sint Joseph, menempati gedung sendiri yang terdiri dari 3 lantai dengan fasilitas :
12 ruang teori
4 ruang laboratorium elektronika Bengkel
Sesuai dengan dinamika dunia industri SMK Sint Joseph merubah jurusan Mesin Produksi menjadi Mesin Umum atau Mekanik Umum mulai tahun 1987.

Untuk merespon kebutuhan industri pula pada tahun 1996 SMK membuka jurusan Elektronika dengan program studi Elektronika Komunikasi. Pada tahun 1999 oleh Depdiknas jurusan Mesin Umum dipecah menjadi beberapa jurusan. Kepala Sekolah saat itu Pastor NS. Dartosurato OFM memilih jurusan Mesin Perkakas. Membaca perkembangan industri di Indonesia pada tahun 1999 SMK Sint Joseph membuka program studi audio video. Saat ini SMK Sint Joseph mempunyai jurusan Mesin Perkakas dan Elektronika Komunikasi dengan sub program audio-video. Kini terdapat 21 (dua puluh satu) karyawan di SMK Sint Joseph termasuk para guru.

Saat ini di SMK Sint Joseph memiliki 3 jurusan didukung oleh institusi pendidikan yang berkualitas, yakni : jurusan Mesin Industri didukung oleh ATMI Solo, jurusan otomotif Sepeda Motor didukung oleh Astra Honda Motor dan jurusan IT Multi Media & Programming yang didukung oleh STIKOM Purwokerto. Selanjutnya direncanakan SMK Sint Joseph akan menjadi SMK Plus dengan tambahan pendidikan 1 tahun setingkat D1 untuk jurusan IT.

Berikut nama-nama Kepala Sekolah SMK Sint Joseph yang pernah berkarya pada Perhimpunan Vincentius Jakarta:

Tahun 1976 – 1982 : Ignatius R. Suhardjo
Tahun 1982 – 1997 : Pontas Hoetasoit, BE
Tahun 1997 – 1998 : S. Sumartono, BA
Tahun 1998 – 2002 : Pater N. S. Dhartasuratno, OFM
Tahun 2002 – 2005 : Manangar Nababan
Tahun 2005 – 2007 : Maria Surat Tadon, M.Sc
Tahun 2007 – 2008 : Agustinus Suroto
Tahun 2008 – 2009 : Tadeus Maryadi, S.Sos
Tahun 2009 – 2012 : Br. Albinus BM (Supriadi, S.Pd)
Tahun 2012 – 2014 : Drs. Yacobus Budi Harsono
Tahun 2014 – 2016: Sr. Yovita Triwiludjeng RSCJ
Tahun 2016 – Sekarang: Dodot Willy Edi Wibowo