English   Indonesia
Panti Asuhan Pondok Si Boncel
Sejarah
Tujuan
Lokasi
Anak-anak Asuh
Karyawan & Pengasuh
Kegiatan
Pendidikan
Kesehatan
Rohani
Ketrampilan
Galeri Foto
Keuangan
Lain-lain
Hubungi Kami



Sejarah

Panti Asuhan Pondok Si Boncel didirikan untuk mengurus secara khusus anak-anak yatim piatu yang masih di bawah umur 7 (tujuh) tahun.

Pada awalnya Panti Asuhan Pondok Si Boncel didirikan di Jl. Raden Saleh Raya No. 7 pada tahun 1972, namun karena terbatasnya daya tampung panti maka pada tanggal 1 April 1981 Panti Asuhan Pondok Si Boncel pindah ke kompleks baru di Srengseng Sawah Pasar Minggu. Pengelolaan Panti ini dipercayakan sepenuhnya kepada Suster-Suster Dominikanes (OP).

Para Suster tidak hanya merawat dan mendampingi anak-anak tersebut, akan tetapi juga perduli terhadap pendidikan yang harus diperoleh anak-anak khususnya pendidikan formal tingkat awal atau dasar yaitu Taman Kanak Kanak.

Sebagai langkah awal Panti Asuhan Pondok Si Boncel memberikan pelajaran dan kegiatan seperti Taman Kanak-Kanak pada umumnya. Kegiatan ini dilakukan di salah satu ruangan Panti Asuhan di mana anak-anak biasa bermain jika hari hujan, karena pengadaan Taman Kanak Kanak di Panti Asuhan Pondok Si Boncel terbentur masalah dana.

Sedikit demi sedikit dana terkumpul dari berbagai pihak yang perduli terhadap Pendidikan anak-anak panti, maka pada tahun 1983 TK Si Boncel didirikan khusus untuk menampung anak-anak panti dan pada tanggal 15 Juli 1985 TK Si Boncel resmi menerima anak-anak dari luar panti.

Berikut nama-nama Pimpinan Panti Asuhan Pondok Si Boncel yang pernah berkarya pada Perhimpunan Vincentius Jakarta:

Tahun 1972 – 1978
: Sr. M. Engelina Hendriksen OP
Tahun 1978 – 1998
: Sr. M. Angelica Amirin OP
Tahun 1998 – 2002
: Sr. M. Immaculata OP
Tahun 2002 – 2007
: Sr. M. Christiana OP
Tahun 2007 – 2008
: Sr. M. Philomina OP
Tahun 2008
: Sr. M. Selestina Raben OP

 

 

arrow Kembali Ke Atas

Tujuan

Tujuan didirikannya panti asuhan Pondok si Boncel adalah untuk mengurus secara khusus anak-anak yatim piatu yang masih di bawah umur 7 (tujuh) tahun.

arrow Kembali Ke Atas

Lokasi

Jl. Desa Putera No. 5 Rt.01/06
Srengseng Sawah, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12640
Tlp. 021-7271014
Fax. 7270288

Nomor Rekening Panti Asuhan Pondok Si Boncel :
BCA Cab. Raden Saleh  a/c 634.004.5571
 
 
arrow Kembali Ke Atas

Anak-anak Asuh

 Klasifikasi Anak Asuh
P
 Jumlah Anak Asuh Tahun 2009
33
68
 Jumlah Anak Asuh Tahun 2008
29
56
 Menurut Usia
 0 - 3 Tahun
17
28
 4 - 6 Tahun
16
40
 7 - 12 Tahun
0
0
 13 - 15 Tahun
0
0
 16 - 19 Tahun
0
0
 20 Tahun Keatas
0
0
 Status Sosial
 Yatim Piatu
0
1
 Yatim
2
7
 Piatu
1
2
 Keluarga Retak
11
20
 Keluarga Miskin
4
13
 Orang Tua Sakit
2
1
 Anak Terlantar
13
24
 Menurut Agama
 Katolik
14
19
 Kristen Protestan
11
20
 Islam
7
27
 Budha
1
2
 Hindu
0
0
 Aliran Kepercayaan
0
0
 Simpatisan
0
0
 Menurut Pendidikan
 Belum Sekolah
17
26
 TK A/B/C
16
42
 SD
0
0
 SLTP
0
0
 SLTA
0
0
 SEMINARI
0
0
 SLB
0
0

arrow Kembali Ke Atas

Karyawan & Pengasuh

Keterangan Jumlah Karyawan
Laki - Laki
Perempuan
Total
 Biarawan\Biarawati
0
6
6
 Pengasuh
0
25
25
 Staf Administrasi
0
2
2
 Karyawan Lainnya
12
13
25
 Jumlah Karyawan Tahun 2009
12
46
58
 Jumlah Karyawan Tahun 2008
12
46
58

arrow Kembali Ke Atas

Kegiatan

Waktu            : Kegiatan Rutin
 
05.00
:
Bangun pagi (lari pagi bila libur sekolah)
05.15 - 06.00
:
Mandi pagi untuk semua
06.00 - 06.45
:
Sarapan
06.45 - 09.00
:
Berangkat sekolah untuk yang masuk pagi.,
(TK B pulang jam 09.30 dan KBT 1 Pulang jam 09.00)
Yang tidak bersekolah belajar terpimpin.
09.15
:
Berangkat sekolah untuk yang masuk siang.
(TK A pulang jam 12.00 dan KBT 2 pulang jam 11.30)
Anak yang tidak sekolah bermain terpimpin.
10.00 - 11.30
:
Anak-anak Snack & bermain
(Anak yang sudah pulang sekolah & yang tidak sekolah )
11.30 - 12.00
:
Makan siang
12.00 - 15.00
:
Tidur siang
Bangun jam 14.30 bila ada latihan menari
15.00 - 16.30
:
Bangun tidur, snack/makan buah, mandi sore, nonton TV
16.30 - 17.50
:
Makan sore setelah selesai dilanjutkan bermain di lapangan.
17.50 - 19.00
 
 
 
:
Masuk ruangan, minum susu, gosok gigi dan memakai baju tidur.
Anak TK A, KBT, Belum sekolah mendengar cerita / bernyanyi bersama dilanjutkan tidur malam
Anak TK B belajar sore dilanjutkan tidur malam
21.00
:
Anak dibangunkan minum susu, pipis dan tidur kembali.
 
 
Kegiatan yang dilakukan setiap hari :
1.        Anak-anak mengikuti doa-doa harian (doa sebelum dan sesudah tidur / makan)
2.        Anak-anak juga mengikuti Misa pada hari Minggu di Gereja secara bergiliran
3.        Kegiatan menari setiap hari Senin dan Rabu
4.        Kegiatan Rosario setiap hari Selasa
5.        Sekolah Minggu setiap hari Kamis
6.        Belajar di perpustakaan hari Jum’at pagi
7.        Menyanyi setiap hari Jum’at sore
8.        Komputer setiap hari Sabtu
9.        Senam pagi setiap hari Sabtu
 
Agustus 2010
 

TUHAN….AKU HADIR DAN MENCINTAI ENGKAU

            Orang sering mengatakan tak kenal maka tak sayang,tak sayang maka tak cinta, namun jika sudah terlanjur sangat mencintai maka seluruh hidup tercurah bagi mereka yang kita cintai.

Datang untuk melayani di tempat yang sama untuk kedua kalinya adalah sebuah anugerah dan juga sebuah pembelajaran bagiku, mengapa demikian? karena kupercaya Tuhan memakaiku untuk belajar mencintai orang lain, belajar berbelarasa karena siapapun kita, percaya bahwa Tuhan hadir dalam diri sesama kita.

            Ketika pertama kali, kulangkahkan kakiku di pintu gerbang Boncel dan mendengar celoteh anak-anak, rasanya sangat bahagia, ada rasa syukur bahwa saya masih dipercayakan untuk memeluk pribadi-pribadi yang membutuhkan kasih seorang ibu dan tawa seorang saudara.

            Melihat dan merasakan ritme kehidupan anak Boncel, ada rasa bangga menyelimuti diriku, terima kasih Tuhan karena Engkau mengirimkan orang-orang yang mau terlibat dalam kehidupan anak-anak di Boncel.

Cinta kalau diberikan dengan tulus akan sangat berarti bagi mereka yang menerimanya. Cinta berarti siap untuk terbuka dan terluka. Terbuka menerima anak-anak dan karyawan, dan siapa saja yang mau terlibat dalam memajukan kehidupan anak Boncel, dan juga mau terluka untuk bisa merasakan apa yang anak-anak rasakan yakni hidup terpisah dari papa mama karena keadaan. Mungkin indah untuk kita renungkan bersama sebuah lagu…dalam dekapan ayah dan bunda…

            Bapa Ibu, Saudara Saudariku yang terkasih, mukjizat pergandaan lima roti dan dua ikan oleh Tuhan Yesus menjadi berkat bagi banyak orang dan menjadi sisa dua belas bakul banyaknya, memberi inspirasi bagi diriku untuk merenungkan kebaikan Tuhan yang anak-anak boleh terima lewat anda sekalian, bahwa mari kita lakukan sesuatu yang kecil dan sederhana namun dengan cinta yang besar.

            Kita pun dapat belajar dari Santo Dominikus, pendiri Ordo Pewarta, yang pestanya kami peringati setiap tanggal 08 Agustus bahwa ia sungguh memiliki semangat belarasa yang tinggi bagi sesamanya, Ia memberikan seluruh hidupnya untuk sesamanya, maka mari Bapa Ibu, Saudara Saudariku, berilah hidup kita kepada sesama lewat kebersamaan kita dengan anak-anak Boncel, dekapan, kasih anda dan saya sangat berarti bagi mereka. (Sr.M.Philomina,OP)

 
 
BERSYUKUR ATAS SEBUAH PELAYANAN
 

            Bekerja dan akhirnya bisa mencintai pekerjaan adalah sebuah proses yang panjang karena ketika kita mampu mengatakan bahwa di sinilah tempat kita berpijak dan meneruskan kasih maka kita telah lewat dan lulus dalam kesabaran, kasih, terluka, tersenyum dan memahami orang lain. 25 tahun bekerja sebagai juru masak di  Panti Asuhan Pondok Si Boncel adalah berkat karena pada awalnya hanya mencoba-coba lama kelamaan menjadi sebuah panggilan karena menyadari bahwa melalui anak, kita diajarkan untuk belajar mencintai Tuhan.

            Bekerja dalam semangat melayani dan dipilih oleh teman-teman sebagai karyawan teladan adalah sebuah kesaksian hidup yang sangat berarti karena kehadiran sekecil apapun namun memberi semangat yg baik kepada teman-teman adalah anugerah. Dedikasi yang tinggi dalam pelayanan adalah berkat bagi anak-anak.

Maka bersama seluruh penghuni Boncel yang merayakan pesta pelindung panti yakni bapak Santo Dominikus, diharapkan kita tetap bersemangat dan peduli kepada kehidupan anak-anak dan terlebih semangat yang harus diperjuangkan oleh para Suster pengelola panti, para karyawan bahwa semuanya adalah demi perkembangan pendampingan anak-anak.

 
 
AGUSTUS DALAM SEBUAH KENANGAN
 

            Setiap waktu adalah saat penuh syukur kalau anak-anak kita boleh tumbuh dan berkembang baik. Mendengar anak sudah bisa berceloteh dengan baik maka setiap hati yang merawatnya akan mensyukuri hal ini. Misalkan saja anak Jenny yang sudah mulai pintar berbicara dan mampu meniru apa yang dilakukan oleh Ibu Pengasuh, sambil menunjukkan dengan jarinya ke tembok, ia menyuruh teman-temannya untuk duduk manis bersandar di tembok sambil berkata ”duduk cemuanya, ekalang kita belajar ya !”. Ibu Pengasuh yang sedang berada di situ menoleh dan kaget, koq tidak ada temannya? oooh ternyata Jenny berbicara dengan tembok.

            Lain anak lain pula tingkahnya, misalkan saja Diva, ia mempunyai kelebihan dan cepat menangkap pesan dari Ibu Pengasuh maupun apa yang diajarkan oleh guru di sekolah. Diva juga dengan ringan tangan mau berusaha membantu teman-temannya, dengan mencoba mengikuti gaya bu guru di sekolah, Diva mengajarkan pengenalan huruf ke teman-temannya. Sambil menunjuk satu per satu huruf di papan tulis dengan penggaris, Diva berkata ”Ini huruf apa, anak-anak? Melihat tingkat yang lucu tapi menyenangkan spontan ibu pengasuh tertawa tapi ada kebanggaan karena jiwa berbagi dalam hal penguasaan huruf telah ditunjukkan oleh Diva. Sebagai orang dewasa, apakah kita mau berbagi hal-hal yang baik dalam diri kita kepada orang lain?

            Ada juga ceritera yang lain dimana setiap orang tua menginginkan bahwa ketika anak diberitahu pasti ia merekam apa yang kita nasehati, namun tidak setiap anak menunjukkan sikap seperti itu, misalkan saja anak Eman, kalau salah diberitahu/dinasehati malahan ditanggapi dengan tertawa dan memberikan senyum dengan lesung pipit yang manis. Suatu waktu, Eman menyembunyikan tas ibu pengasuhnya, sebelumnya tas tersebut diletakkan di atas meja tapi ketika ibu pengasuh tersebut mau pamit pulang karena sudah selesai bertugas ternyata tas itu sudah tidak ada lagi di atas meja. Ibu pun kebingungan, mencari dan bertanya pada anak-anak yang lain,”Nak..siapa yang melihat tas Ibu? anak-anak diam saja. Ibu pengasuh tidak kehilangan ide, ia katakan kepada anak-anak ”Nak..siapa yang tahu dimana dan dapat menemukan kembali, akan diberi hadiah permen”

Begitu mendengar permen, Eman langsung berlari mengambil tas yang ternyata disembunyikan di lemari bantal guling. Dan dengan bangganya, Eman langsung berlari bukan untuk mencari tas ibu yang hilang tapi mengambil tas ibu yang disembunyikan dan sambil tertawa eman berkata ”Ibu...aku menemukan tasnya”. Wah Eman ternyata pintar ya, untuk mendapatkan permen yang sangat disukainya adalah kreatif dengan menyembunyikan tas milik ibu pengasuh tersebut. Mari kita kreatif dalam menjalankan hidup ini yakni kreatif dalam melakukan hal-hal baik, kreatif dalam bertindak supaya membuat orang lain penuh sukacita.

 
 
 
KEMERDEKAAN DI HATI ANAK-ANAK
 

            Setiap bangsa akan mensyukuri rahmat kemerdekaan dan berjuang untuk mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal-hal baik. Bagaimanakah dengan anak-anak panti? apakah anak-anak sudah merdeka dan dalam hal apakah mereka merdeka? kemerdekaan bangsa Indonesia bagi anak Boncel adalah bagaimana mereka mensyukuri akan kehidupan ini, secara ekonomi, kami Pihak Panti Asuhan merasa sangat bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan rejeki melalui keterlibatan pihak pemerintah, perusahan dan per pribadi dengan donasi yang berbeda beda. Namun seberapa besar dan apapun bentuknya sangat berarti bagi yang menerimanya. Merdeka secara sosial bahwa anak-anak bebas berekpresi dan bergaul dengan siapapun teman yang bukan saudara karena mereka tinggal di sebuah panti yang sama, maka semangat berkurban, rasa memiliki sangatlah besar, mereka mampu menjadi saudara satu sama lain. Apakah anak-anak juga merdeka secara kasih? Rasa-rasanya hal ini belum sepenuhnya anak-anak alami karena jumlah anak yang cukup banyak dengan jumlah Pengasuh dan Suster yang tidak sebanding membuat mereka cukup berjuang untuk memperoleh kasih. Kasih antara kakak dan adik dapat mereka terima dari sesama anggota panti, ada yang menempatkan diri sebagai kakak dan ada yang sebagai adik, namun semuanya itu untuk mengajarkan anak-anak arti memberi kasih kepada sesamanya dengan baik dan benar.

            Saat yang selalu dinantikan oleh anak-anak adalah saat merayakan ulang tahun kemerdekaan. Perlombaan yang sering dimeriahkan bersama seluruh karyawan Boncel, kali ini hanya dirayakan oleh anak-anak bersama ibu pengasuh karena masih dalam masa puasa umat muslim. Di tanggal 17 Agustus 2010, suasana Boncel menjadi merah putih, ketika ditanya apa itu merah putih, mereka menjawab itu warna bendera Indonesia, merah berarti berani, putih berarti suci. Benar saat ini, bangsa Indonesia sungguh berani menentang segala kejahatan, segala yang berhubungan dengan KKN, dan anak-anak Boncel pun mengharapkan dan mendoakan bahwa hati setiap kita adalah hati yang suci dan menyadari bahwa bangsa ini bisa maju, jaya dan damai sejahtera kalau anak-anak merasakan kesucian hati, dan tingkah laku dari kita bangsa Indonesia,betapa menyenangkan kalau kita bisa mewujudkannya untuk generasi kita.

 Perlombaaan dimulai pada pkl 08.30 WIB dan dimeriahkan dengan perlombaan lari karung, masukkan pensil ke botol, lomba makan kue, lomba masukkan bola ke keranjang dan lomba memakai pakaian sendiri, lomba makan krupuk.

Betapa anak-anak sangat menikmati seluruh rangkaian perlombaan dan perlombaan ditutup dengan menampilkan dua buah tarian dari anak-anak sendiri yakni tari semut dan tari kuda lumping. Merdekakah anak-anak? ya…. mereka mampu mengekspresikan diri yakni sungguh menikmati hari kemerdekaan dengan kebebasaan yang mereka lakukan, bebas mengikuti perlombaan, bebas bermain, bebas makan dan bebas tertawa.

 
 
KEMERDEKAAN DI HATI ANAK-ANAK
 

            Setiap bangsa akan mensyukuri rahmat kemerdekaan dan berjuang untuk mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal-hal baik. Bagaimanakah dengan anak-anak panti? apakah anak-anak sudah merdeka dan dalam hal apakah mereka merdeka? kemerdekaan bangsa Indonesia bagi anak Boncel adalah bagaimana mereka mensyukuri akan kehidupan ini, secara ekonomi, kami Pihak Panti Asuhan merasa sangat bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan rejeki melalui keterlibatan pihak pemerintah, perusahan dan per pribadi dengan donasi yang berbeda beda. Namun seberapa besar dan apapun bentuknya sangat berarti bagi yang menerimanya. Merdeka secara sosial bahwa anak-anak bebas berekpresi dan bergaul dengan siapapun teman yang bukan saudara karena mereka tinggal di sebuah panti yang sama, maka semangat berkurban, rasa memiliki sangatlah besar, mereka mampu menjadi saudara satu sama lain. Apakah anak-anak juga merdeka secara kasih? Rasa-rasanya hal ini belum sepenuhnya anak-anak alami karena jumlah anak yang cukup banyak dengan jumlah Pengasuh dan Suster yang tidak sebanding membuat mereka cukup berjuang untuk memperoleh kasih. Kasih antara kakak dan adik dapat mereka terima dari sesama anggota panti, ada yang menempatkan diri sebagai kakak dan ada yang sebagai adik, namun semuanya itu untuk mengajarkan anak-anak arti memberi kasih kepada sesamanya dengan baik dan benar.

            Saat yang selalu dinantikan oleh anak-anak adalah saat merayakan ulang tahun kemerdekaan. Perlombaan yang sering dimeriahkan bersama seluruh karyawan Boncel, kali ini hanya dirayakan oleh anak-anak bersama ibu pengasuh karena masih dalam masa puasa umat muslim. Di tanggal 17 Agustus 2010, suasana Boncel menjadi merah putih, ketika ditanya apa itu merah putih, mereka menjawab itu warna bendera Indonesia, merah berarti berani, putih berarti suci. Benar saat ini, bangsa Indonesia sungguh berani menentang segala kejahatan, segala yang berhubungan dengan KKN, dan anak-anak Boncel pun mengharapkan dan mendoakan bahwa hati setiap kita adalah hati yang suci dan menyadari bahwa bangsa ini bisa maju, jaya dan damai sejahtera kalau anak-anak merasakan kesucian hati, dan tingkah laku dari kita bangsa Indonesia,betapa menyenangkan kalau kita bisa mewujudkannya untuk generasi kita.

 Perlombaaan dimulai pada pkl 08.30 WIB dan dimeriahkan dengan perlombaan lari karung, masukkan pensil ke botol, lomba makan kue, lomba masukkan bola ke keranjang dan lomba memakai pakaian sendiri, lomba makan krupuk.

Betapa anak-anak sangat menikmati seluruh rangkaian perlombaan dan perlombaan ditutup dengan menampilkan dua buah tarian dari anak-anak sendiri yakni tari semut dan tari kuda lumping. Merdekakah anak-anak? ya…. mereka mampu mengekspresikan diri yakni sungguh menikmati hari kemerdekaan dengan kebebasaan yang mereka lakukan, bebas mengikuti perlombaan, bebas bermain, bebas makan dan bebas tertawa.


 
            Betapa bahagianya orang tua kalau anak tumbuh dan berkembang dalam kasih. Betapa bahagianya kita kalau anak dapat berjalan, memanggil papa dan mamanya, dan betapa bangganya kita kalau anak-anak Balita kita mendapat kejuaraan dalam perlombaan karena kebolehan dan keberanian mereka.
            Pada peringatan Hari Anak Nasional; 23 juli 2007, setiap kegiatan terfokus pada anak. Tak ketinggalan juga anak-anak yang berada di Panti Asuhan Pondok Si Boncel, mereka mencoba menunjukkan kebolehannya dalam berbagai perlombaan.
Pada hari Minggu, 22 juli 2007 di Panti Asuhan Sayap Ibu diadakan acara Hari Anak Nasional bagi anak-anak Panti Balita dan anak dari Tempat Penitipan anak se-Jakarta Selatan.
Adapun perlombaan yang diikuti, ternyata anak-anak Boncel menunjukkan kebolehannya yakni
  1. Menari  memperoleh juara tiga dengan tarian yang dipilih adalah tarian “Rebana”
  2. Menyanyi memperoleh juara satu dengan menyanyikan lagu wajib “Pada Hari Minggu” dan lagu pilihan “Aku Anak Indonesia”
  3. Deklamasi  memperoleh  juara tiga tentang “Gajah”
  4. Melipat  perahu dan kipas  memperoleh juara satu dan tiga
  5. Mewarnai gambar bola memperoleh  juara dua
Dalam acara perlombaan tersebut, ada hal-hal yang menarik dan lucu yang terjadi pada anak-anak; misalkan saja karena mereka menunggu dimulainya perlombaan yang  cukup lama maka anak menjadi mengantuk dan tidak mau mengikuti perlombaan lagi sehingga para pengasuh dengan kesabaran membujuk anak-anak untuk mau mengikuti lomba. Ketika lomba melipat kertas, kertasnya robek berulangkali, ketika harus tampil untuk bernyanyi bersama maka ada yang menangis tidak mau maju dan ada juga sudah di panggung malahan menangis sehingga membuat teman yang lain ikutan menangis juga, ketika menari rebana koin-koin rebananya lepas dan berjatuhan sehingga ada anak yang merasa sayang maka ia memunggutnya dan memberikan kepada ibu pengasuh kemudian si anak meneruskan tariannya. Saat mengucapkan deklamasi wajah anak tertutup topeng gajah sehingga menyulitkan ia untuk mengucapkan dengan suara yang jelas.
Ketika pembagian piala kepada yang juara, ada anak yang maju untuk menerima piala karena juara menari, tetapi si anak yang menerima piala itu melarang teman yang lain untuk menyentuhnya.
      Hal yang menarik dari Hari Anak Nasional yang dirayakan oleh anak Boncel adalah mereka terlibat, serius mengikuti, serius mendengarkan dongeng dan dengan bangga ketika mereka kembali ke Boncel,mereka menunjukkan piala kejuaraan dengan bersemangat berceritra kalau mereka menang dalam perlombaan itu.
      Ketika anak Boncel mampu menunjukkan kebolehan mereka maka yang paling berbangga adalah Para Ibu Pengasuh dan Suster, karena tidak bosan-bosannya membagikan cerita tentang anak.
      Waktu anak Boncel kembali ke Unit mereka untuk istirahat siang tiba-tiba diantara mereka ada yang memimpin teman-temannya untuk menyanyikan kembali lagu “Aku Anak Indonesia”
Yah ternyata dan memang benar mereka juga anak Indonesia,yang masa depan bangsa Indonesia berada di pundaknya untuk meneruskan  roda kehidupan ini.
 
M..E..R..D..E..K..A...!!!
 
Bulan Agustus adalah bulan yang penuh kemenangan dan penuh berkat karena bangsa Indonesia merayakan Hari Raya kemerdekaan Indonesia. Tahun ini Indonesia memasuki usia kemerdekaan yang cukup berarti yakni usia yang ke-62 tahun.
Usia 62 bagi seorang manusia adalah usia senja dan diusia inilah ia mulai memasuki masa-masa yang sangat membahagiakan bersama cucu-cucunya yang lucu-lucu dan menggemaskan.
          Merayakan kemerdekaan bagi anak-anak Boncel adalah sesuatu yang sungguh menggembirakan, mereka memakai pakaian warna merah putih, ada nasi tumpeng di unit, ada bingkisan dari tamu dan lebih membahagiakan juga kebanggaan bagi anak adalah mereka boleh mengikuti perlombaan di tingkat RT. Adapun perlombaannya yakni pecahin balon, menyapu balon, lari mengambil bendera, makan krupuk, mengupas telur dan ada anak yang memenangkan beberapa perlombaan yang diikuti.
Mereka sangat gembira dan penuh sukacita. Suasana di lapangan RT menjadi sangat ramai dan menyenangkan karena dipenuhi oleh anak-anak RT, Anak Boncel dan anak-anak boncellah  yang paling banyak maklum yang ikut   bergabung dengan anak RT sekitar 65 anak. Bayangkan deh lapangan dipenuhi warna merah-putih, suara ceria anak-anak dan support yang baik dari teman-teman bagi mereka yang mengikuti lomba. wah....luar biasa merdekanya anak-anak.
          Tetapi kegembiraan kemerdekaan tidak sepenuhnya dialami oleh anak Boncel. Ada anak yang bernama Rico dirawat lagi untuk ketiga kalinya di RS. Carolus karena infeksi paru-paru  dan juga bagi seorang anak namanya Jenny, dia baru saja dihantar ibunya untuk dititipkan di Boncel, namun kejadian menjadi sangat menyedihkan karena Jenny panas tinggi, kejang,sesak napas dan diare sehingga  harus segera dilarikan ke RS. Carolus dan 2 hari ia harus dirawat diruang ICU dan selama 2 minggu Rico dan Jenny dirawat di Carolus, Merdekakah mereka?????? rasanya tidak, tetapi merdekakah mereka dari penyakitnya, jawabannya ia.... karena melalui para dokter, medis dan melalui uluran tangan kasih bapa-ibu yang membantu donasi anak-anak, kami pihak Boncel mampu memberikan yang terbaik buat anak-anak.
Merdeka............!!!!!! dan spontan anak-anakpun berteriak Merdeka.............. ....!!!!!!!!!!!!!
 
NATAL YANG INDAH DI HATI ANAK-ANAK BONCEL
 
Desember adalah hari yang terindah buat anak-anak karena di bulan ini mereka mendapatkan berkat berlimpah dari keluarga-keluarga yang peduli kepada mereka. Pakaian baru,mainan baru,makanan yang enak-enak,bingkisan natal yang menarik dan terlebih mereka sungguh gembira bisa merayakan Natal bersama kakak-kakak,bapa dan ibu serta teman-teman yang datang ke Boncel.
            Mempersiapkan Natal bersama anak adalah saat yang terindah bagi para suster dan ibu pengasuh, Mengapa demikian??? Karena mereka dituntut untuk lebih kreatif dan super sabar dalam menghadapi dan membimbing anak-anak.
            Kisah yang menarik buat anak untuk dapat berbagi kepada sesama adalah ketika mereka diminta oleh pihak sekolah untuk memberi bagi sesamanya. Anak-anak ketika mendapat khabar dari gurunya bahwa setiap hari rabu dan jumad anak-anak membagi uang jajannya untuk teman-temannya dalam kotak adven. Yang menarik buat kami yang mengasuhnya adalah anak-anak diberi pengertian bahwa anak-anak hanya bisa menolong temannya hanya bisa membawa uang di hari jumad karena anak-anak juga harus makan,uang yang sama suster harus membeli sayur,ikan,daging,buah untuk kita makan, dan sungguh mengembirakan bahwa anak-anak mengerti dan memahami itu dan dengan bangga mereka menceritrakan bahwa mereka hanya bisa membawanya di setiap hari jumad. Setiap pagi di hari jumad, ketika anak-anak ke sekolah membawa uang seribu dengan bangga mereka berteriak....”kita bawa uang...” apalah artinya seribu rupiah bagi anak-anak dari sebuah keluarga??? Tapi bagi anak boncel itu adalah hal yang menarik dan kebanggan mereka karena bisa berbagi.
            Selama masa adven anak-anak juga dipersiapkan untuk menyambut kelahiran Yesus melalui sekolah minggu,lagu-lagu Natal,tarian Natal, doa dan perayaan ekaristi bagi anak-anak.
            Ketika Hari Natal tiba, anak-anak dihantar ke gereja untuk merayakan Ekaristi Natal, yang berkesan bahwa karena anak-anak banyak maka mereka terpaksa perginya pagi-pagi dan supaya anak bisa menikmati perayaan Natal mereka duduk di bangku yang paling depan. Mereka tidak malu-malu ketika Pastur bertanya apa itu Natal dan anak-anak tidur jam berapa????Mereka menjawab Natal itu Tuhan Yesus lahir dan mereka tidur jam 07.00 malam. Mereka tidak malu-malu untuk maju menerima berkat Natal dari Pastur bahkan ada kakak yang mengandeng adik yang lebih kecil darinya untuk maju menerima berkat.
            Natal yang menarik adalah ketika mereka bisa bersalaman selamat Natal.....dan dalam kegembiraan itu ada yang bertanya kepada Suster, Suster...mamaku kemana koq Natalan seperti ini tidak mau datang bersalaman denganku???, Sedih rasanya tetapi kami harus mampu memberi jawaban kepadanya bahwa mama ada tetapi tidak bisa datang karena bekerja, seperti mamanya suster juga tidak bisa datang karena rumahnya jauh. Apa boleh buat Natal menjadi saat yang mana ia harus mengalami kedamaian dan kebahagiaan bersama orang lain yang juga mencintainya. Hari Natal anak-anak diisi dengan kegembiraan bersama keluarga dan saudara-saudara yang lain yang mencintai mereka seperti keluarga mereka sendiri. Anak-anak juga mengalami sukacita Natal,mereka merayakan bersama di Panti Boncel bersama dengan tema-teman yang merayakan Ulang Tahun dari bulan September – Desember, biasalah namanya BOncel selalu merayakan dalam kebersamaan dan sukacita. Mereka menikmati Santa Claus yang datang membagi bingkisan dan menemani acara Natalan bersama anak-anak.
            Natal yang indah juga dialami anak ketika mereka diajak untuk menikmati keindahan sea world. Bersyukur karena gembira anak-anak mengalami sukacita dalam rekreasi.
            Saat  yang sungguh menghebohkan kalau anak-anak bisa meniup terompet dan bermain kembang api. Ketika pergantian waktu di tahun 2007 ke tahun 2008, semua anak yang berumur 3 – 6 tahun dibangunkan, berdoa dan dengan sukacita mereka meniup terompet bersama para pengasuh. Mereka juga mau bersyukur untuk berkat Tuhan di tahun 2007 dan berharap kasih Tuhan di tahun 2008 biarlah mereka menikmati indahnya hidup dalam kedamaian penuh cinta bersama teman-teman yang lain di sebuah Panti Asuhan Boncel. Semoga Boncel merupakan rumah yang indah baginya karena Bapa,ibu,saudara dan teman-teman yang menyayangi mereka. Terima Kasih untuk semuanya.
Kami mencoba memberi gambaran kesehatan anak selama bulan Desember 2007 dan Data-data anak yang lain.
  
 
JANUARI YANG BERHARGA DI MATA
ANAK DAN PENGASUH
 
Natal dan tahun baru sudah dilewati dalam suasana penuh sukacita. Kehidupan dan rutinitas penghuni Boncel berjalan sebagaimana mestinya. Anak kembali bersekolah dan beraktivitas, Para pengasuh mencoba mengisi hari-hari anak dengan hal-hal yang sudah terprogram namun semuanya untuk mencari cara memberi perasaan at home bagi anak-anak.
            Pengasuh adalah ibu bagi anak-anak dan anak-anak ternyata tahu mengambil hati para ibunya. Contoh sederhana....anak derren misalnya paling pintar mengambil hati para ibu,apalagi kalau ibunya sedang membawa kue atau makanan lainnya dari dapur. Dengan penuh perhatian sambil menarik perhatian para ibu,ia akan berjalan mondar-mandir dan mendekati ibunya dan berusaha menanyalkan apa saja. Kadang ibu tahu apa yang diinginkan derren namun ibu sengaja cuek dan derren tahu mengambil hati ibu, ia mulai duduk manis, dan kesepakatan di unit kalau anak duduk manis akan pertama kali diberikan kue. Dan ternayata usaha anak derren berhasil,ia mendapatkan jatah kue pertama kali. Yang menarik lagi bahwa saat ibu pengasuh mau masuk ke unitnya untuk bekerja atau mau pulang dari kerja di unit maka Derrenlah yang pertama kali menjemput di pintu dan menghanar ibu dengan mengucapkan selamat pagi bu, terima kasih dan menyalami ibunya.Luar biasa.....!!!!
            Hidup dalam kelompok pasti ada senang dan juga ada dukanya, misalnya kalau ada anak yang lebih kecil diusia 3 sampai 6 tahun ada sifat saling menolong,misalkan saja kakak yang lebih besar akan menolong memakaikan baju kepada yang lebih kecil. Namun namanya juga anak-anak, mereka pasti kadang usil sama adik yang lebih kecil. Ketika jam bermain, anak-anak di bagikan mainan oleh ibu pengasuh dan untuk sementara anak-anak ditinggalkan karena ibu sambil membereskan pekerjaan yang lain,namun kesempatan sendiri bagi anak-anak hanya dalam waktu beberapa menit digunakan oleh anak-anak yang berusai TK B dengan sengaja  mengganggu adik-adiknya,dan tanpa sepengetahuan mereka ada seorang ibu yang masuk dan melihat itu langsung menegur anak-anak TK B,tiba-tiba seorang anak muncul dari ruang ganti pakaian dan berteriak “Capeh dehhh!!! Semuanya jadi tertawa dan suasana kembali bahagia.
            Hidup ini harus kita lewati dalam suasana kegembaraan dan suasana sedih. Namanya juga dunia anak,yang jauh dari keluarga mereka juga akan mengalami hal yang sama. Ada kegembiraan dan ada kesedihan. Sebuah cerita yang sungguh mampu mengajarkan kepekaan cinta seorang pengasuh yakni ada seorang anak yang berusia sekitar dua tahunan,ia termasuk anak yang cukup mengerti,pintar bicara namun ia kalah dengan teman-teman seumurannya yang  di panti dalam hal makan, ia belum bisa makan makanan yang agak keras dan membuatnya untuk membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi, dalam situasi seperti ini seorang pengasuh dituntut untuk bisa lebih sabar dan memahami perbedaan kebutuhan anak. Karena menjadi penghuni panti yang baru biasanya ikatan batin anak dan ibu kandungnya tidak bisa dilepas begitu saja. Hampir setiap malam dia mengigau memanggil mamanya, melihat itu ibu pengasuh yang menjaganya pun ikut sedih dan datang menghampirinya sambil mengelusnya. Seorang anak akan menjadi seorang kakak yang baik ketika melihat dua orang adik yang hampir sama umurnya berantem. Nanda seorang anak yang ceria dan anggi seorang anak yang pendiam,kalau ditanya oleh suster anggi Cuma tersenyum. Suatu waktu ketika mereka berdua sedang main bersama namun tiba-tiba mereka berantem,Nanda sangat sedih dan ia terus menangis. Melihat itu seorang anak TK B datang dan memeluk Nanda dan mengatakan “sayang....sayang....jangan menangis lagi..!! mereka akhirnya berdamai,bersalaman dan kembali bermain bersama.
            Cinta itu tumbuh kapan saja. Hati anak dan ibu pengasuh akan menjadi bait yang indah untuk membangun sebuah keluarga dalam semangat cinta. Setiap saat mata hati kita akan selalu diasah oleh Tuhan untuk mau mengubah dunia ini dengan cinta yang tulus dalam pelayanan kasih. Januari telah kita lewati dengan sebuah musim yang tidak meentu,kadang panas dan kadang hujan. Situasi cuaca seperti ini membuat para pengelola mempunyai rasa was-was terhadap kesehatan anak dan ternyata benar bahwa banyak anak mengalami sakit.
Namun Januari menjadi indah kalau kita mau memakai kacamata Tuhan untuk berani melihat setiap persoalan hidup dalam kacamata cinta Tuhan.
            Marilah kita bersama mengisi hidup ini dengan perjuangan untuk saling membagikan kegembiraan kepada sesama. Shalom..........!!!!!!!
 
FEBRUARY YANG PENUH CINTA DALAM HATI KAMI
 
Setiap kita merindukan sapaan yang penuh kasih dari sesama dan karena kita dicintai maka kitapun bisa mencintai sesama kita. Kami datang untuk berbagi cerita cinta kepada siapa saja yang mau peduli dengan kehidupan anak-anak kami.
Memahami dan mengerti tentang sebuah perbedaan adalah penanaman nilai yang baik yang dapat kami berikan kepada anak-anak. Bulan February merupakan bulan penuh berkat bagi mereka yang merayakan imlek. Dan perayaan itupun dirayakan oleh anak-anak Boncel. Anak-anak yang merayakannya didandani dengan memakai pakaian berwarna merah, mereka disalami oleh teman-temannya dan sebagai hadiahnya mereka diundang untuk menonton barongsai di Menara Prima – kuningan. Kegembiraan dan kebahagiaan anak-anak memenuhi hari-hari mereka, dan dengan gembira dan bangga mereka membagikan kebahagiaan itu kepada teman yang lain.
            Bulan Februarypun merupakan bulan penuh cinta, walaupun anak-anak mereka juga merayakan sebuah kasih sayang, bersama suster, para ibu pengasuh. Anak-anak berdoa dalam lingkaran hati, memakai baju berwarna pink dan merah dan sebagai ungkapan kasih anak-anak sore itupun merayakannya dalam sebuah pesta kecil, sungguh menggembirakan.
            Anak-anak juga mampu menunjukkan kepada kita orang dewasa bagaimana perbuatan kasih itu, contohnya saja seorang anak ketika selesai makan mendekati teman yang lebih kecil dan menyuruh temannya untuk minum dengan berkata “ayo minum sayang…!!!”
Ada juga ketika sedang bermain seorang anak putri memangku teman sebayanya dan menyisir rambut teman dan mengikatnya.
Seorang anak bayipun mampu berbagi senyum kalau ibu pengasuh mendekatinya, anakpun bisa menolong ibunya mengambil mainan untuk adik yang paling kecil.
            Mengalami kehidupan bersama anak-anak adalah sebuah berkat bagi kita orang dewasa karena dari anak kita dapat belajar menghargai sebuah kehidupan. Cerita lucu tentang anak selalu ada contohnya saja saat teman-teman yang lain sedang asyik menonton tv dan sambil bicara sehingga suasana menjadi rebut tiba-tiba muncul dari kamar mandi seorang anak namanya Dzaki, sambil memegang celananya yang belum sempat ia pakai memukul pintu dan sambil menaruh jari telunjuknya di hidung ia berkata “syuuuu…tttt diam!!” semua anak menoleh kepadanya dan spontan terdiam. Ternyata berbicara dengan anak sebaiknya menggunakan kata-kata yang benar dan mudah dipahami. Saat lagi santai, anak-anak bermain tapi karena ada yang berantem maka kata ibu yang sedang jaga “anak-anak tidak boleh berantem ya …! ibu baru tidak enak badan”. Kemudian salah seorang anak mendekati ibu pengasuh dan bertanya “Bu…badannya ibu baru tidak enak, emannya dimakan????” spontan ibu pengasuh tertawa dan kemudian menjelaskan artinya “tidak enak badan.”
            Apa yang dibuat oleh orang dewasa biasanya akan ditiru oleh anak-anak. Suatu pagi karena hari hujan anak-anak tidak bisa bermain di halaman maka untuk itu mereka bermain di dalam ruangan. Acara pagi itu adalah mengajak anak-anak menari dan semua anak di kelompok anak umur 1,5 th – 3 th  menari dengan gembira. Setelah selesai acara bermain, anak-anak harus mandi maka ibu pengasuh harus mencabut kabel tape karena letaknya agak tinggi dengan spontan sang ibu naik ke meja, melihat itu seorang anak berteriak “Ya ampun bu…!!!”
            Ketika kita mampu bersyukur karena bisa mengalami kasih ternyata dalam syukur itu adalah hal yang membuat kita bisa berpasrah kepada Tuhan dan memohon berkatnya. February bulan penuh berkat cinta, tapi bulan penuh hujan membuat panti Boncel agak kerepotan karena kehabisan pampers. Suatu saat ketika malam hari hingga pagi seorang pengasuh bayi terenyuh melihat anak-anak karena kehabisan pampers, kehabisan popok, kehabisan celana dalam, hujan yang turun tidak berhenti. Hujan seperti saat-saat ini membuat anak kelompok usia 0 – 1 thn cukup menderita karena ada yang sakit menyebabkan rewel tidak mau makan.
            Anak juga ternyata bisa mengerjain ibunya. Ketika suatu malam saat pergantian tugas, semua anak sudah dalam posisi tidur yang pulas, dan yang jaga malam kebetulan seorang pengasuh yang sering sekali dikerjain oleh anak-anak satu unit. Maka yang terjadi adalah anak-anak dibangunkan oleh seorang anak,ia meloncat ke tempat tidur teman-temannya dan berkata..”Bangun….yang jaga ibu ini…, kita kerjain, kita kerjain…!! spontan semua terbangun dan ruangan menjadi rebut, terpaksa dengan pengasuh dari unit yang lain, anak-anak didiamkan lagi dan diminta kembali tidur. Anak-anak ternyata kreatif dlam banyak hal juga dalam hal mengerjain ibu pengasuhnya.
 
HIDUP BARU BAGI DIRIKU (MARET 2008)
 
Masa Prapaskah telah berlalu dalam sebuah refleksi yang menarik dan sederhana bagi anak-anak. Memahami arti pengurbanan dan cinta Yesus bagi anak-anak adalah suatu kenyaatan yang harus dialami dan dilihat serta dimengerti oleh anak dalam tindakan sederhana.
            Bicara tentang berbagi dengan sesama adalah  hal yang menarik karena anak belajar memberi dari kekurangan, belajar mencintai dan mengampuni sesama teman yang kadang kala suka menyakitinya seperti mencubit, memukul dan menendang. Tetapi hati anak-anak adalah hati yang tulus untuk mengampuni, walau dia disakiti oleh teman namun dengan keberanian ia mau menerima teman untuk berdamai kembali. Sebagai orang dewasa yang melihat tingkah anak-anak rasanya kita perlu belajar banyak dari mereka. Seperti masa adven, di masa prapaskah ini pun anak-anak dipersiapkan untuk belajar melihat pengurbanan Yesus bagi manusia. Dalam doa anak-anak memohon dan dalam “tablo” yang dimainkan oleh para ibu pengasuh dan sekelompok anak, mereka melihat dan mengalami arti pengurbanan, arti cinta dan persahabatan. Yang menarik adalah ketika Yesus tergantung wafat di kayu salib, kesempatan anak-anak mengunjukkan doa spontannya. Dan apa yang didoakan mereka??? Ada yang berdoa..”Tuhan Yesus sembuhkan teman kami yang sedang sakit, Tuhan Yesus aku rindu bertemu dengan kakak ku dan mamaku – jagailah mereka Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sayangi temanku, sayangi ibuku dan para susterku, sayangi juga bapa, ibu dan teman-teman yang pernah ke boncel.” Betapa doa yang tulus keluar dari mulut anak-anak dan ketulusan itu mengubah arti cinta bagi kita yang mendengarnya.
            Paskah yang menarik bagi anak-anak adalah ketika mereka boleh merayakan Misa Paskah bersama pada Hari Raya Paskah kedua. Bersama Rm. Teguh SJ. anak-anak dibantu untuk memahami misteri Paskah. Dengan cara yang sederhana, anak-anak diajar bagaimana mau menyesali tindakannya karena dengan pancaindranya ia pernah menyakiti teman-temannya. Kaki yang suka memendang, tangan yang suka memukul, mulut yang suka mengejek dan mata yang suka memelototi. Dengan kebangkitan Yesus, anak-anak diajak untuk menjadi manusia baru, mencintai dan menyayangi sesama.
Acara Paskah di tutup dengan mencari telur Paskah di halaman bermain dan mau berbagi telur Paskah kepada teman-teman yang lebih kecil yang tidak berhasil menemukan telur Paskah.
            Maret menjadi bulan yang agak berbeda karena anak-anak juga boleh merayakan Ulang Tahun kelahiran dari bulan Januari–Maret, dan terima kasih untuk partisipasi Bapak/Ibu dan Saudara/i yang mau memeriahkan Paskah dan Ulang Tahun anak-anak Boncel.
            Hidup keseharian anak-anak Boncel tidak terlepas dari kecerian mereka di sebuah unit. Kami ingin berbagi cerita kepada anda sekalian mengenai anak-anak Boncel.
            Anak unit IV (Usia 1,5th -2,5th) adalah anak yang senang dan pintar menirukan apa yang didengar dan dilihat mereka terlebih bila ada gerakan dan lagu, seperti anak Jona dan Choirul pada saat itu mereka baru selesai dimandikan sambil menunggu teman yang lain dimandikan, Jona mengantuk dan Choirul mengodanya, namanya anak karena sedang menikmati tidurnya Jona tidak terima kalau ia digoda, akhirnaya mereka berantem. Saat itu situasinya sedang sibuk, ibu pengasuh melayani anak-anak yang lain juga maka  Jona dan Choirul dijauhkan/dipisahkan. Namun tidak lama kemudian Choirul mendekati Jona lagi sambil memukulkan tangannya di atas kepala Jona, Choirul menyanyikan lagu Palu...palu...palu...(Seperti yang diajarkan Romo pada saat  Perayaan Ekaristi di Boncel) Jona pun tidak mau terima sambil walaupun belum begitu jelas berkata “Itu ala...ala...” (itu salah) Lalu Jona menggerakan tangannya ke atas dan ke bawah, maksudnya Jona ingin menunjukan gerakan yang benar (Menggerakkan tangan ke atas dan ke bawah) seperti yang diajarkan Romo, melihat Jona melakukan gerakan tsb akhirnya Choirul pun ikut menyayi bersama dengan Jona. Melihat hal tersebut ibu pengasuhnya pun menjadi bahagia karena anak-anak telah melupakan pertengkaran. Ibu pengasuhpun tertawa melihat kelucuan mereka dan mendengar ibunya tertawa keduanyapun menjadi tersipu malu.
            Betapa bahagianya seorang ibu melihat anaknya mampu menirukan hal yang baik yang dilakukan oleh ibunya. Seperti yang terjadi di unit 1 (Usia 2,5th – 6 th). Ketika anak-anak selesai mandi, kebiasaan seorang ibu pengasuh selalu duduk di atas sebuah kotak kayu tempat menyimpan mainan anak, dan dengan gayanya yang khas, si ibu ini menaruh handuk di pangkuan, kemudian memanggil anak satu persatu untuk diolesin minyak ke badan anak, dibedakin dan disisirin rambut mereka. Setelah selesai ibu pengasuh pergi menjemur handuk. Ketika kembali ke anak-anak tanpa sengaja ibu pengasuh melihat anak Kesya melakukan hal yang sama yang baru saja dilakukan oleh ibu yakni duduk, memangku handuk, memegang sisir dan memanggil teman satu per satu seperti gaya dan kata-kata yang diucapkan oleh ibu. Kesya hanya tersenyum malu karena apa yang ia lakukan terlihat oleh ibu pengasuhnya. Apa yang kita tanamkan kepada anak baik itu yang baik maupun yang tidak baik akan direkam dan ditirukan oleh anak. Apa yang harus kita berikan kepada anak?? hidup baru dengan semangat baru???? Tuhan akan membantu kita untuk melakukan hal yang baik untuk sesama kalau kita terbuka kepadanya.
 
TERIMA KASIH UNTUKMU (APRIL 2008)
 
                ketika kita mampu berjalan dan melangkah maju, ada saat dan waktu yang tepat bagi kita untuk sebentar menoleh ke belakang dan dalam permenungan itu kita sampai pada sebuah ungkapan yang luar biasa yakni “Terima kasih untukmu saudaraku yang karena engkau, kami anak-anak Boncel, para karyawan dan pengelola masih mampu mengepakkan sayap di karya pelayanan sosial bagi anak-anak balita”.
                Ungkapan syukur yang kami berikan ini karena pada tanggal 01 April 2008, Panti Asuhan Pondok si Boncel merayakan ulang tahun ke-37. Sebuah usia dewasa, usia yang bisa dianggap mandiri, sebuah usia yang mampu dan peduli kepada sesamanya. Ungkapan syukur kami ini, kami haturkan kepada siapa saja yang terlibat dalam sejarah keselamatan sebuah pelayanan sosial. Ketika Boncel merayakan usia yang ke-37, kami merasakan bahwa kami mampu berdiri karena cinta sesama. Ketika awal kehidupan kami di rumah pertama di Raden Saleh adalah saat-saat yang membuat kami menyadiri bahwa dalam keadaan sulit yang kami alami, Tuhan tetap mencintai anak-anak lewat kepedulian sesama. Begitupun juga ketika Boncel karena semakin bertambah anak asuh harus mencari ruang gerak yang lebih luas bagi kehidupan anak-anak maka rumah Boncel yang sekarang ini di jalan srengseng sawah juga dapat berkembang karena campur tangan Tuhan melalui saudara/i yang mau terlibat dan peduli bagi masa depan generasi bangsa dan negara.
                Ungkapan syukur itu, kami kemas dalam sebuah acara kebersamaan dan kekeluargaan antara karyawan panti, para guru TK. Boncel dan para suster pengelola panti dan sekolah serta anak-anak panti Boncel.
Kebersamaan dan kegembiraan itu ada banyak cara untuk mengungkapkan. Seperti kali ini yang sederhana dan menarik yang kami kemas adalah sepekan hari olaraga yang dilaksanakan di sore hari, ada perlombaan volly, bulutangkis, tenis meja, footsall dan sehari sebelum puncak acara syukur, kami mengadakan seminar tentang ”Membaharui semangat pelayanan” dengan pembicara Sr. Imaculata OP mantan Pimpinan Panti tahun 1997 – 2002. Sederhana tetapi sangat mendalam adalah suster Imaculata OP meminta kerelaan dan keterbukaan hati karyawan untuk tulus mencintai, melayani anak-anak dan membuat mereka merasakan kasih dari sebuah keluarga karena mereka tidak mengalaminya, mereka terpisah dari keluarganya.
                Tak ketinggalan juga untuk anak-anak Boncel, karena situasi udara yang kurang baik untuk mereka maka perlombaan anak-anak hanyalah sebuah cerdas cermat tentang sejarah panti Boncel dan situasi boncel sekarang ini.
Perlombaan ini dilakukan antar group/unit. Pertanyaan yang diberikan dipersiapkan oleh para pengasuh kepada anak-anak.
                Puncak acara syukur yakni tanggal 1 April adalah hari yang istimewa bagi penghuni Boncel. Perayaan Ekaristi bersama dan dilanjutkan dengan perlombaan untuk anak Boncel, yang dimenangkan oleh anak-anak group Ceria/unit 3. Semua anak Boncel, yang tidak juarapun diberi hadiah berupa mainan yang saat itu juga langsung dimainkan oleh mereka. Sedangkan perlombaan untuk karyawan dan guru yakni lari karung, lari bakpia, tarik tambang dan tangkap belut. Sebelum acara penutup dan pembagian hadiah, semua karyawan dan guru turun ke lapangan untuk berjoget bersama sehingga suasananya menjadi sangat gembira. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih untukmu.
                Suasana pesta syukur telah berlalu dan anak-anak kembali ke rutinitas seperti semula yakni belajar dan bermain serta mengikuti les menari dan sekolah minggu.
Situasi cuaca di Jakarta yang sering berubah-ubah membuat anak rentan terhadap penyakit. Misalkan saja anak kelompok umur 1,5 th – 2,5 th harus istirahat total di kamar selama dua minggu. Bagi kita orang dewasa yang melihatnya merasa kasihan karena terlalu lama, tetapi kami masih boleh bersyukur bahwa anak-anak memahami situasi mereka dan mereka juga menikmati bermain hanya di kamar tidur saja bahkan hanya di tempat tidur saja. Anak-anak menderita sakit ”diare”, dan yang paling parah adalah ”anak Dara” ia baru berumur ± 2 th. Hampir dua kali ia harus diantar ke RS.  Carolus untuk konsultasi ke dr anak. Selama dalam perjalanan maupun di RS. Carolus, Dara banyak berceloteh tentang apa saja yang ia lihat. Suatu sore ketika ada acara bersama tamu yang datang ke Boncel, Dara menangis karena dia ditinggal oleh teman-temannya. Waktu melihat Dara menangis, petugas kesehatan mendekatinya dan alangkah terkejutnya ia karena Dara mengatakan bahwa bu......kita jalan-jalan lagi ya lihat mobil....!!!! kasihan karena sakit yang lebih parah dari teman-temannya membuat ia lebih merasa jenuh  ditinggal sendirian bersama seorang pengasuh yang menemaninya. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa positip ada bakteri dalam tubuh Dara, sehingga dia harus pantang makanan tertentu termasuk sayur. Namun dalam sakitnya ada saja tindakan lucu yang dibuatnya. Suatu waktu ketika makan pagi, Dara makan nasi tim dengan lauk tahu, tanpa sepengetahuan ibu pengasuh, Dara mengambil kua sayur temannya yang berada di sebelahnya, dan temannya melaporkan kepada ibu....”bu....Dara ambil.....!!! spontan ibu pengasuh menoleh dan hanya kaget melihat tingkah Dara dan Dara menunduk malu tersipu-sipu.
Waktu anak-anak akan tidur malam, seperti biasanya mereka berganti baju tidur lalu naik ke tempat tidur masing-masing, namun ada juga yang tidak bisa naik ke tempat tidurnya dan harus ditolong oleh ibu pengasuh. Seorang anak yang bernama ”Adenia” tidak bisa naik sendiri. Melihat itu Dara membantu Adenia naik ke tempat tidur seperti yang biasa dilakukan oleh ibu pengasuh. Dara mencoba mengangkat satu kaki Adenia agar belajar naik sendiri, dengan ucapan Dara yang kurang jelas tapi seolah-olah Dara ingin mengatakan ”Ayo...Adenia naik....naik...!!!!
                Anak mengajarkan kepada kita satu hal penting bahwa kita sebagai orang dewasa harus berani memberi dorongan kepada sesama kita untuk bisa melakukan apa saja tanpa harus merasa ragu dan tak mampu.
                Kehidupan anak-anakpun tak terlepas dari sebuah situasi yang menyedihkan seperti anak Okta misalnya, dia mewakili beberapa anak Boncel yang sampai saat ini kami tak tahu lagi dimana keberadaan orangtuanya dalam hal ini keberadaan ibunya. Okta seorang anak laki-laki yang berumur 5 tahun, ia sering terlihat murung dan sedih juga menjadi tambah ”nakal” karena ia hanya membutuhkan sebuah perhatian dan kasih karena sudah hampir 2 tahun ini, okta tak pernah lagi ditengok oleh ibunya. Okta selalu bertanya kapan mamanya datang untuk menengoknya. Suatu hari ibunya menelepon Okta, betapa gembira hatinya dan kegembiraan itu diungkapkannya dengan menceritrakannya kepada teman-temannya dan semua ibu pengasuhnya. Okta sungguh berharap ibunya akan datang menengoknya. Tapi kerinduan itu hanyalah tinggal sebuah kerinduan, ibu yang dirindukan tak pernah datang untuk menepati janjinya sehingga membuatnya menjadi anak yang kembali murung. Akibat dari kerinduan yang tak terobati maka tubuhnyalah yang berbicara yakni tumbuh lagi gatal-gatal di tubuhnya. Cinta ternyata bisa menyembuhkan dan menghidupkan, apakah ibunya menyadari hal itu??? Pengalaman Okta menjadi pengalaman kita untuk selalu setia memberi perhatian kepada anak-anak kita apapun situasi hidup kita.
 
MARIA MENJADI IBU
BAGI ANAK-ANAK BONCEL
 
            Setiap hari waktu bergulir begitu cepat tanpa terasa banyak hari yang telah kita jalani. Sebagai umat Khatolik bulan Mei adalah bulan yang penuh syukur karena kita diingatkan untuk lebih berdevosi kepada Maria. Per Mariam ad Jesum, per Jesum at Patrem artinya dari Maria Kita ke Yesus dan dari Yesus kita ke Bapa. Betapa figur ibu kita temukan dalam diri dan kehidupan Maria.
            Anak Boncel adalah anak yang karena situasi mereka terpisah dari keluarga, mereka kehilangan dekapan kasih seorang ibu, dan mereka kehilangan ciuman mesra dan penuh manja dari seorang ibu. Mereka hanya mendapatkan kasih yang sangat “terbatas” dari para ibu dan suster yang mendampingi mereka. Cinta itu indah kalau kita mampu mengungkapkannya. Dan ungkapan cinta itu mereka boleh rasakan dari dekapan, gendongan, cengkraman mesra dari kita yang mau membagikan cinta itu.
            Bulan Mei ini adalah bulan yang mana mengajak anak dan pengasuh untuk datang kepada Maria. Anak-anak Boncel adalah anak yang dapat kami banggakan karena mereka tanpa malu mengungkapkan apa yang mereka rindukan dari hidupnya kepada Maria. Bulan ini kami sebagai pengelola panti memberi kesempatan pada pengasuh untuk memilih cara yang terbaik bagi anak-anak. Contoh sederhana. Di unit 1/Aria punya kegiatan tersendiri yakni setiap malam sebelum tidur, anak-anak diberi kesempatan dan kepercayaan untuk memimpin doa secara spontan yang kemudian diikuti oleh anak-anak yang lain. Anak-anak setiap malam secara bergilir menjadi pemimpin doa. Walaupun kadang apa yang diungkapkan oleh anak belum sempurna namun, mereka menjadi percaya diri dan memiliki rasa tanggung jawab menjadi “Pemimpin” doa dan mereka tidak tergantung kepada ibu pengasuh, sehingga melatih anak-anak yang lain untuk bisa saling menghargai.
            Unit 2/Buyung mengungkapkan cintanya kepada Bunda Maria dengan cara mereka yakni membuat “Mading” yang bertuliskan Salam Maria. Setiap suster yang lewat diunit Buyung dengan bangga mereka menunjukkan Mading hasil karya mereka.
Untuk unit 3/Ceria, mereka setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah berdoa di gua depan patung bunda Maria. Ada yang menarik karena mereka diberi kesempatan mengungkapkan salamnya kepada Maria. Ada anak yang lafalnya sudah bisa dipahami sehingga doanya dapat disambung oleh teman-temannya. Tapi ada juga yang belum bisa mengucapkan dengan baik tetapi tetap diberi kesempatan untuk mengungkapkan salam Maria kepada Bunda Maria . Ada hal yang menarik dalam doa mereka, yakni mereka mohon kesehatan bagi teman-teman, bagi para ibu pengasuh dan para suster agar sehat dan kuat serta sabar dalam mendampingi mereka. Anak-anak TK B juga diberi kesempatan untuk belajar menulis doa Salam Maria. Maria menjadi tempat untuk melabuhkan cinta mereka.
            Bulan Mei adalah juga bulan bagi para pengasuh untuk mengalami situasi dan semangat baru di tempat pelayanan yang baru yakni diadakan rolling bagi para pengasuh. Rolling dilakukan bukan untuk memindahkan seorang pengasuh karena hal-hal tertentu tetapi lebih dari itu rolling dilakukan untuk mencari tempat yang pas dengan bakat dan kemampuan ibu pengasuh. Para suster pengelola pondok si Boncel lebih memilih untuk Unit 4 dan 5 adalah ibu yang benar-benar memiliki figur seorang ibu sedangkan untuk unit 1, 2 dan 3 adalah ibu yang masih energik, yang bisa menjadi teman dan ibu bagi anak-anak dan juga bisa mengikuti tuntutan perkembangan belajar dan bermain dari pihak sekolah.
            Sebelum rolling para pengasuh dimulai, semua anak dikumpulkan dan dijelaskan mengapa ada ibu pengasuh yang nanti pindah dari masing-masing unit, supaya anak-anak mendapat kasih saying dari banyak ibu. Misalnya kalau dulu di unit satu ada lima ibu tetapi karena ibu yang lain pindah jadi ada ibu yang lain menggantikan maka jumlah ibumu bertambah menjadi tujuh atau delapan. Dan sangat bersyukur anak-anak memahami mengapa ibunya pindah. Sebelum acara berkumpul bersama anak ditutup, kami berdoa bersama memohon berkat bagi para ibu agar mereka kuat dan sabar mendampingi anak-anak dan semoga anak-anak menjadi anak-anak yang manis.
            Sebuah ceritra menarik bagi seorang ibu yang mendapat kesempatan rolling di unit lain. Misalnya dari unit bayi/unit 5 dipindahkan ke unit 2 yang dilakukan pertama sebelum ia masuk ke unit adalah ia mencoba memohon kekuatan dalam pelayanan bagi anak-anak melalui kekuatan Ekaristi yang ia terima pagi hari. Hari pertama ia masuk di unit 2 adalah anak-anak menerimanya dengan penuh kasih tetapi dengan cara yang berbeda. Ada yang meminta perhatian dengan sengaja masuk ke kamar mandi dan membasahi adiknya, ada yang menangis merebut mainan temannya, ada yang sengaja lari ke luar ruangan biar ibu pengasuhnya memanggil, semuanya ternyata cukup berat untuk dijalani karena semua anak meminta perhatian tetapi jika kita tetap tersenyum dalam menjalani tugas pelayanan maka kita harus percaya bahwa berkat Tuhan akan melimpah dalam hidup kita.
Ada juga ceritra dari seorang ibu yang pindah dari unit 2 ke unit 4. Ia merasa senang, cepat kerasan, nyaman dan tidak terbebani serta diterima oleh teman-teman. Anak-anak yang diasuhnya adalah anak-anak yang sangat menyenangkan, walaupun ada saja anak yang suka ngerjain ibunya seperti Daniel, Jona, Andika dan Dara. Apa yang dilakukan anak adalah hanya untuk menarik perhatian ibu pengasuh, sehingga yang coba dilakukan oleh ibu pengasuh adalah jika Jona menangis, ia meminta tolong untuk membuangkan sampah atau menaruh sesuatu guna mengalihkannya agar tidak menangis lagi. Atau juga seperti anak-anak yang suka nakal sama teman yang lain diberitahu pelan-pelan dan diberi pengertian, walaupun mereka masih kecil namun mereka dapat mengerti.
Ketika seorang suster masuk ke ruangan tidur anak unit 4, Jona, Dara, Andhika, Risky dengan kompaknya menangis, dan susternya hanya tersenyum karena yang jaga adalah ibu yang masih baru di unit 4. Wah... ternyata mereka mencari perhatian. Akhirnya suster mencoba menyanyikan sebuah lagu dan dilanjutkan dengan lagu demi nama Bapa, dan membuat tanda salib, spontan mereka diam dan mengikuti gerak susternya. Akhirnya susternya mencoba melanjutkan doa Salam Maria, dan betapa bahagianya suster karena mereka dengan lafal yang belum jelas mau mengulangi doa yang diucapkan suster.
Menjadi ibu yang mencintai sepenuh hati adalah anugerah kalau kita menyadari panggilan itu. Maka sebagai ibu yang baik seperti Maria memberi kesempatan pada anak untuk bertumbuh dan berkembang dalam cinta adalah tugas mulia. Marilah kita meneladani Maria yang bersedia memberikan kesempatan pada kita untuk menjadikannya ibu bagi semua orang.
 
 
Pribadi Anak Itu Unik
(story di bulan Juli)
              
               Pribadi anak yang kami asuh memiliki karakter yang unik , karena latar belakang keberadaannya. Ada yang menggemaskan, ada yang suka mengganggu teman dan pengasuh dan kadang perilaku mereka membuat kami, para pengasuhnya menjadi penuh dengan tanda tanya. Tetapi segala tingkah laku yang ada pada anak, itulah yang membuat Boncel selalu ramai dan penuh warna warni.
               Mungkin orang akan bertanya apa yang bisa dilakukan oleh anak usia 0 – 6 th di Panti Asuhan ? Di Boncel ini kami menemukan jawabannya.
Sebagai salah satu contoh : baru-baru ini ada seorang anak berusia 1,5 tahun yang harus pindah dari unit V/Unit bayi ( Usia 0 – 1,5 tahun ) ke unit IV (Usia 1,5 - 2,5 tahun). Karena situasi unit yang baru dan  teman  - temannya pun sudah lebih besar darinya, maka anak itu (namanya : Revan ) selalu minta perhatian dari ibu pengasuhnya. Padahal jam itu si Ibu yang sedang bertugas harus memandikan mereka (± 15 anak), maka apa yang diharapkan oleh Revan tidak mungkin terpenuhi. Sambil memandikan teman-temannya yang lain si Ibu  pengasuh pasti meluangkan sedikit waktunya untuk menyapa dan mencoba mendiamkan Revan, tetapi yang Revan butuhkan adalah hiburan yang penuh.. Harapan Revan sama sekali tidak bisa ia dapatkan dari ibu pengasuhnya, tetapi tiba-tiba si Ibu dikejutkan karena mendengar tawa kecil Revan dan tak ada isak tangis, tetapi segukan kecil. Karena penasaran si Ibu menengok Revan, betapa terharunya si Ibu melihat Revan yang dipangku oleh Rizki (usia 2,5 tahun) sambil    dibelai-belai pipinya. Peristiwa itu memberikan harapan besar dalam hati kami bahwa anak-anak yang ada di Panti Asuhan tetap memiliki empati yang besar dengan sesamanya. Peristiwa Revan dan Rizki menjadi bahan pelajaran bagi kami para staf di Panti Asuhan Pondok si Boncel ini betapa kebahagiaan dan kasih sayang adalah hadiah terbesar bagi mereka.
               Disamping Revan dan Rizki, masih ada anak lain yang bernama Darren. Anak ini memiliki cara-cara yang menonjol dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Ada saja cara yang dilakukannya hanya untuk mendapatkan perhatian dari ibu pengasuhnya. Sering ibu pengasuhnya dibuat pusing, gemes tapi ujung-ujungnya bisa membuat ibunya tertawa geli. Meskipun Darren adalah anak yang tidak bisa diam, agak bandel tetapi ia mempunyai jiwa sosial yang tinggi, dia tidak pernah menolak bila dimintai tolong oleh ibu pengasuhnya, walaupun ia belum mampu bearbuat sesuatu untuk dirinya sendiri tapi ia selalu berusaha membantu orang lain (Ibu pengasuh dan teman-temannya).
Misalnya : pada jam mandi seorang ibu pengasuh yang bertugas harus memandikan  ± 17 anak usia 3 - 3,5 tahun, dengan menggosok sabun dan keramas satu persatu anak. Anak yang sudah selesai dimandikan diajarkan/berlatih mengeringkan badannya sendiri dengan handuk yang disiapkan satu anak satu. Darren begitu tanggap apabila melihat temannya yang masih kecil belum mengeringkan tubuhnya, Darren spontan mencarikan handuk dan mengeringkan tubuh teman kecilnya itu. Dan kadang Darren pun cekatan dalam menghibur teman yang menangis, caranya menghapus air mata teman yang menangis, dan menuntunnya duduk sambil dengan lincahnya menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan sebagaimana pelawak/penari.
 
Cerita anak pada sat Idul Fitri
(Oktober 2008)
 
Kehidupan yang kami lalui bersama anak penuh dengan warna karena setiap pribadi adalah unik dan punya warna tersendiri yang berbeda dengan temannya yang lain. Awal bulan Oktober, umat muslim merayakan Idul Fitri, kami keluarga besar Boncel pergi keliling kampung untuk memberi ucapan selamat kepada warga yang beragama muslim. Udara yang begitu panas tidak menjadi penghalang bagi kami untuk keluar dari lingkungan panti. Walaupun capek dan haus anak-anak tetap bersemangat untuk memberi ucapan selamat kepada siapapun yang ditemui disepanjang perjalanan sampai akhirnya kami semua tiba di rumah salah seorang karyawan Boncel. Spontan semua anak berteriak" Bapak......... kami haus dan lapar, minta minum dong"  Sesaat yang empunya rumah keluar membawa minuman dan snack. Anak-anak pun berebutan minta minum, situasi menjadi ramai dengan suara anak-anak sampai-sampai tentangga pun keluar dan memberi minuman dan snack kepada anak-anak. Saat itu yang ada hanyalah derai tawa dari orang-orang sekitar yang melihat tingkahlaku mereka. Setelah kami semua menikmati snack dan minuman, kami pun pamitan untuk pulang kembali ke panti, yang ada saat itu adalah kegembiraan yang terpancar di wajah anak-anak karena mereka semua menikmati suasana tersebut.
    Suasana kegembiraan itu tidak berlangsung lama karena beberapa hari kemudian hampir semua anak-anak pada sakit, bukan cuma anak-anak saja yang sakit tapi ibu pengasuhnya pun  sakit. Ada beberapa anak yang sakit bertanya " mama di mana ya? Kenapa aku gak didatangi mama?" kesedihan dan kerinduan seorang anak akan belaian kasih seorang ibu apalagi saat seperti itu, mereka mendambakan saat mereka sakit ingin ibunya yang berada di samping dan menemani mereka. Anak-anak haus akan kasih sayang, perhatian dan belaian manja yang harusnya di masa seperti ini mereka dapatkan tapi karena situasi dan beberapa hal membuat mereka  tidak mengalaminya; mereka harus mengalami suatu pergulatan dan penolakan dalam diri akan keadaan yang sedang mereka jalani. Syukur kepada Tuhan karena anak-anak sekarang sudah pada sembuh dan sekarang mereka sudah bersekolah lagi. Semua itu berkat bantuan rahmat Tuhan dan uluran kasih dari Bapak dan Ibu semua yang memberi bantuan kepada kami. Anak-anak sangat membutuhkan cinta dan uluran kasih dari Bapak dan Ibu semua karena Bapak dan Ibu adalah penyambung hidup bagi anak-anak di hari-hari selanjutnya.  Dengan hati Bapak dan Ibu memberi, dengan cinta Bapak dan Ibu mengulurkan kasih dan dalam dekapan anak-anak  merasakan kehangatan yang tulus dan mereka hanya mampu mengucapkan terima kasih Bapak Ibu. Semoga Tuhan selalu memberkati segala usaha dan pekerjaan Bapak dan Ibu beserta keluarga. Amin.
 
KISAH ANAK UNIT I
(November 2008)
KISAH I
 
Tersebutlah anak di sebuah unit untuk anak usia 3 s/d 6 tahun atau biasa disebut dengan Unit I yang bernama Dara. Bisa dibilang anak ini cengeng juga kolokan karena bisa dalam 1 hari Dara   menangis 5 sampai 9 kali tetapi dia tidak mengeluarkan airmata. Misalnya saja setiap dia melihat ada suster yang lewat Dara pasti menangis dan selalu minta di gendong. Para ibu pengasuh unit I maklum karena memang Dara baru saja pindah dari Unit IV yaitu Unit untuk anak usia 1,5 s/d 2,5 tahun.
Saat anak –anak lain bermain bersama, Dara selalu diberi mainan untuk bermain sendiri, karena apabila ia tersenggol atau tersentuh temen – temannya ia pasti menangis. Bisa dibilang anak ini mau menang sendiri. Apabila Dara sudah menangis para ibu pengasuh harus memberi perhatian extra. Ibu pengasuh harus extra sabar dengan anak yang satu ini. Ibu pengasuh harus mendekati Dara, memegang tangannya dan memeluk Dara dengan penuh perasaan dan halus supaya anak ini bisa diam. Bila ibu pengasuh hanya memanggil dan melambaikan tangan saja Dara terus menangis dan tidak akan berhenti menangis. Yang ada Dara malah semakin keras menangisnya sambil tiduran tengkurep di lantai. 
 
 
KISAH  II
 
            Di sebuah unit tersebutlah anak yang bernama Amel. Anak ini bisa dibilang sangatlah pendiam dan berbeda 1800 tetapi anak ini lucu. Terlebih saat kita melihat dari cara dia jalan. Di unit ini Amel sangat disenangi oleh kakak-kakaknya. Dia selalu jadi rebutan untuk digendong oleh kakak-kakaknya. Bila sedang bermain dengan teman-temannya Amel mau berbicara, tertawa, menari dan menyanyi walaupun ucapan atau kata-katanya belum begitu jelas. Saat berdoa pun pasti terdengar ada suara yang lain sendiri. Tetapi bila dengan ibu-ibu pengasuh Amel sangatlah pendiam dan malu-malu.
Pada suatu hari semua anak sedang bermain bersama dan salah satu ibu pengasuh menyetel Tape. Saat lagu yang disetel adalah salah satu lagu yang berirama semangat dan riang, Amel meninggalkan mainannya begitu saja dan serta merta dia menari seperti tarian yang diajarkan oleh ibu Emi (Ibu Emi adalah seorang guru tari anak-anak di Panti Asuhan si Boncel). Amel pun mulai menari dan seolah olah dia sebagai ibu Emi yang mengajari teman-temannya berlenggak lenggok. Saat itu Amel memberitahu teman-temannya untuk menari India. Amel memulai duluan dengan gerakan yang dia ingat. Amel menaikkan tangannya  ke atas, ke samping lalu dipinggul dengan gerakan yang lucu. Tetapi saat ibu pengasuh melihat gayanya maka Amel pun jadi tersipu malu. Akhirnya mereka semua pun ikut menari termasuk para ibu pengasuh yang saat itu sedang berdinas supaya anak-anak menjadi lebih berani dan pede saat mereka menari.
 
Jakarta 24 Februari 2009
 
Jumlah anak yang kami asuh di PA Pondok si Boncel saat ini 101 anak dari usia 0 th – 6 th. Adapun kisah kehidupan mereka kami tuangkan dalam cerita ini:
 
KISAH ANAK PA PONDOK Si BONCEL
 
KISAH I
Di Unit I (satu), tersebutlah anak yang bernama Patrix. Saat ini Patrix berusia 2 tahun 10 bulan. Anak ini bila kita lihat, wajahnya selalu terlihat murung dan sedih sekaligus cengeng. Patrix bisa tersenyum disaat saat tertentu misalnya saja saat ada ibu pengasuh atau temannya tertawa dan saat melihat ada temannya yang bertingkah lucu.
Billa ada ibu pengasuh yang masuk ke unit dan terlihat memperhatikan Patrix maka tidak boleh ada seorang anakpun yang mendekat  dengan ibu pengasuh tersebut. Bila ada anak lain yang duduk di pangkuan ibu pengasuh maka Patrix akan menangis. Dan jika Patrix sudah menangis maka akan susah sekali untuk didiamkan. Begitu pula saat menonton Tivi atau sedang bermain, jika ada teman lain yang menyenggol sedikit saja Patrix pasti akan menangis.
Saat tidur malam tidak jarang Patrix selalu mengigau bangun, duduk lalu menangis. Tetapi jika saat mengigau ini sudah diberi minum Patrix bisa diam dan dapat tidur kembali dengan catatan ibu pengasuh harus dengan sabar menepuk nepuk sampai akhirnya Patrix dapat tertidur pulas.
 
KISAH II
Masih sama dengan Kisah I tentang Unit I. Di Unit I ini ada anak yang bernama Rizki. Rizki masih berusia 2 tahun 3 bulan.Di unit ini Rizki adalah anak yang paling kecil. Sehingga kakak kakaknya sangat senang dan gemas dengan Rizki. Setiap harinya Rizki selalu menangis karena Rizki merasa di sayang dan di senangi oleh kakak kakaknya. Dan tak jarang pula Rizki sering di peluk dan dicium oleh mereka.
Bukan Cuma anak anak saja yang sayang dan senang dengan Rizki para ibu pengasuhpun sayang dan senang dengan Rizki. Ada saja tingkah yang Rizki lakukan. Jika kita melihat dari cara jalannya saja kita semua dibuatnya tertawa. Rizki berjalan seperti orang mabuk dan mau jatuh, maka ibu pengasuh menjadi gemes terhadapnya. Kadang kadang juga kalau sedang bercanda dan Rizki menangis para ibu pengasuh malah godain sambil mendiamkan Rizki.
Saat waktu santai dengan anak anak maka Rizki di panggil untuk mendekat di salah satu ibu pengasuh dan anak anak pun diajarkan untuk meneriakkan Yel yel unit mereka. Dan pada bagian terkhir yel mereka meneriakkan “yeeeees” ternyata Rizki secara spontan mengangkat kedua tangannya sambil berrteriak “yeeeeees’.  Apabila ibu pengasuh menanyakan Rizki ada dimana Rizki pun mengangkat tanganya, walaupun dia baru berumur 2 tahun tetapi dia sudah mengerti.  Rizki selalu melaporkan pada ibu pengasuh bila ada temannya yang usil atau nakal dengannya. Rizki melapor kepada ibu pengasuh hanya dengan mengucapkan “naaaaaa” sambil menunjuk siapa yang sedang usilin dia karena memang Rizki   belum jelas untuk berbicara.
 

arrow Kembali Ke Atas

Pendidikan

Misi pengasuhan anak-anak tak akan pernah terlepas dari pendidikan, panti asuhan ini juga memperhatikan masa depan pendidikan anak-anak asuh

arrow Kembali Ke Atas

Kesehatan

Karena perubahan cuaca yang tidak menentu, saat ini anak-anak kami banyak yang menderita flu dan batuk.

Kami mohon kepada para donatur khususnya dokter spesialis anak berkenan untuk membantu kami.

Fasilitas kesehatan juga disediakan, manakala ada anak-anak asuh yang menderita penyakit.

  Laporan Kesehatan Anak bulan Mei 2008

No.
Permasalahan/hambatan
yang dihadapi
Upaya penanganan
1
Usia 0 – 1,5 Tahun
Usia 0 – 1, 5 Tahun
 
Jumlah anak seluruhnya 13 anak, jumlah anak yang sakit 12 anak.
Sakit yang diderita :
  • Fibris dan ISPA 10 anak
  • Fibris + stomatitis + Ispa 2 anak
  • Diperiksakan ke dokter / RS. Besar untuk anak-anak yang menderita sakit berat atau diperiksa oleh bidan yang datang membantu dipanti dibantu oleh bagian kesehatan panti.
  • Memberikan obat secara teratur sesuai dengan aturan yang diberikan.
  • Menjaga dan mengupayakan kebersihan anak dari pengaruh lingkungan dan peralatan makan juga bermain anak
  • Mengupayakan anak cukup istirahat
  • Menajauhkan / menghindarkan anak dari debu, asap rokok dll.
  • Memberikan asupan gizi dan vitamin yang cukup
  • Melatih anak dan pengasuh untuk sering mencuci tangan sebelum makan dan setelah selesai bermain.
  • Mengupayakan anak untuk memperbanyak minum air putih

Catatan  :
  1. Hampir semua anak panas +batuk pilek maka upaya yang dilakukan oleh ibu-ibu unit. Selama anak sakit anak-anak diberi extra minum air putih + madu baik siang ataupun malam
  2. Mengurangi makanan yang berminyak
  3. Khusus anak  yang sariawan  perlengkapan makan disendirikan.
  4. Anak-anak yang batuk berat dinabulezer 1-2x sehari selama 5 hari

2

Usia 1,5 – 2,5 tahun

Usia 1,5 – 2,5 tahun

 
Jumlah anak seluruhnya 14  anak
Jumlah anak yang sakit  14 anak
Sakit yang diderita :
  •  ISPA 6 anak
  • Fibris+ Ispa 7 anak
  • Fibris+Stomatitis+Ispa 1 anak 
  • Diperiksakan ke dokter / RS untuk anak-anak yang menderita sakit berat atau diperiksa oleh bidan yang datang membantu dipanti dibantu oleh bagian kesehatan panti.
  • Memberikan obat secara teratur sesuai aturan yang diberikan.
  • Menjaga dan mengupayakan kebersihan anak dari pengaruh lingkungan dan peralatan makan juga bermain anak.
  • Mengupayakan anak cukup istirahat
  • Menajauhkan / menghindarkan anak dari debu, asap rokok dll.
  • Memberikan asupan gizi dan vitamin yang cukup
  • Melatih anak dan pengasuh untuk sering mencuci tangan sebelum makan dan setelah selesai bermain.
  • Mengupayakan anak untuk memperbanyak minum air putih

Catatan :

  1. Hampir semua anak panas +batuk pilek maka upaya yang dilakukan oleh ibu-ibu unit. Selama anak sakit anak-anak diberi extra minum air putih + madu baik siang ataupun malam
  2. Mengurangi makanan yang berminyak
  3. Khusus anak  yang sariawan  perlengkapan makan disendirikan.
  4. Anak-anak yang batuk berat dinabulezer 1-2x sehari selama 5 hari
3
Usia 3 – 6 tahun

Usia 3 – 6 tahun

 
Jumlah anak seluruhnya 70 anak
Jumlah anak yang sakit 40 anak
Sakit yang diderita :
  • ISPA 17 anak
  • Impretigo + Ispa 1 anak
  • Thypus + TBC 1 anak
  • Fibris + TBC 1 anak
  • Ispa + Dermatitis 1 anak
  • Ispa + Fibris 18 anak
  • Diperiksakan ke dokter / RS untuk anak-anak yang menderita sakit berat atau diperiksa oleh bidan yang datang membantu dipanti dibantu oleh bagian kesehatan panti.
  • Memberikan obat secara teratur sesuai aturan yang diberikan.
  • Menjaga dan mengupayakan kebersihan anak dari pengaruh lingkungan dan peralatan makan juga bermain anak.
  • Mengupayakan anak cukup istirahat
  • Menajauhkan / menghindarkan anak dari debu, asap rokok dll.
  • Memberikan asupan gizi dan vitamin yang cukup
  • Melatih anak dan pengasuh untuk sering mencuci tangan sebelum makan dan setelah selesai bermain.
  • Mengupayakan anak untuk memperbanyak minum air putih
 
Catatan :
  1. Anak yang menderita TBC peralatan makan + minum disendirikan, juga tempat tidur juga disendirikan (Di Ruang Isolasi)
  2. Selama anak-anak sakit panas walaupun batuk pilek upaya yang dilakukan: diberi extra Minum air putih campur madu, anak-anak dibatasi ruang geraknya dan mengurangi makanan yang berminyak
  3. Anak yang menderita dermatitis dimandikan pakai PK

arrow Kembali Ke Atas

Rohani

- Hari Kamis : Sekolah Bina Iman
- Hari Rabu I, II : Misa Anak-anak
- Hari Minggu : Perayaan Ekaristi
- Masa Prapaskah : Doa jalan salib anak-anak
- Bulan Mei & Oktober: Doa Rosario anak

arrow Kembali Ke Atas

Ketrampilan

Pembekalan diri dengan berbagai keterampilan juga diberikan kepada anak-anak asuh, dimana diharapkan agar kelak saat meninggalkan panti asuhan, mampu untuk hidup mandiri dan berguna di masyarakat.

arrow Kembali Ke Atas

Keuangan

Biaya hidup anak-anak Panti Asuhan Vincentius Putera berasal dari:
* Hasil Kolekte Khusus di Gereja-Gereja Katolik Paroki Keuskupan Agung Jakarta
* Para Donatur & Simpatisan baik tetap maupun insidentil
* Pemerintah Dinas Sosial DKI Jakarta
* Disbintal Kesos DKI Jakarta
* Yayasan Dharmais

arrow Kembali Ke Atas

Lain-lain

 

arrow Kembali Ke Atas

Copyright ® 2007 Perhimpunan Vincentius Jakarta